Pimpin Organda Banjarbaru Periode Kedua, Helvyn Girsang Fokus Peremajaan Armada
BANJARBARU– Keberlanjutan program kerja menjadi fokus utama Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banjarbaru untuk empat tahun ke depan. Dalam musyawarah cabang yang digelar pada Sabtu (30/5) malam, Helvyn Girsang kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Organda Banjarbaru periode kedua, yakni 2026–2030.
Di periode baru ini, pembaharuan armada dan kejelasan regulasi trayek menjadi agenda prioritas yang akan langsung digulirkan.
Saat dikonfirmasi, Helvyn memaparkan bahwa langkah paling mendesak yang harus diambil oleh kepengurusan baru adalah meremajakan unit angkutan umum yang beroperasi di wilayah Kota Idaman.
Faktor usia kendaraan menjadi pertimbangan utama demi meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi publik.
“Fokus utama kami saat ini adalah pembaharuan armada karena sebagian besar unit yang ada sudah berusia tua. Kami sedang menyusun proposal yang nantinya diajukan ke Pemerintah Kota Banjarbaru,” kata Helvyn.
Helvyn merinci, saat ini 95 dari 115 unit armada masih aktif beroperasi di Kota Banjarbaru. Hanya saja sudah terbilang cukup tua. Ia menargetkan dapat melakukan peremajaan seluruh unit armada milik organda Banjarbaru.
Melalui pengajuan tersebut, Organda berharap Pemkot Banjarbaru dapat memberikan dukungan berupa fasilitas penjaminan ke Bank BPD (Bank Kalsel).
“Ya kita harapkan ini dapat mempermudah para pemilik armada dalam mengakses pinjaman modal untuk pengadaan unit kendaraan yang baru,” ucapnya.
Selain peremajaan fisik kendaraan, penyelarasan jalur operasional juga menjadi agenda penting yang akan dikoordinasikan ulang dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru.
Helvyn menyebutkan, ada beberapa catatan terkait pengembangan trayek, khususnya mengenai operasional angkutan feeder.
Pihaknya memandang perlu adanya ruang komunikasi yang lebih intensif bersama pihak dinas terkait jika ke depan terdapat rencana penambahan jalur baru di lapangan.
“Kami ingin memastikan kembali komitmen terkait pembagian jalur ini. Oleh karena itu, pengurus periode baru berencana melakukan audiensi dengan Dishub untuk menyamakan persepsi, sehingga ke depan koordinasi antara Organda dan pemerintah daerah bisa berjalan lebih harmonis dan terarah,” jelasnya.
Di sisi lain, Helvyn juga memastikan bahwa program Angkutan Pelajar Gratis (APG) yang melibatkan kerja sama antara Organda dan Pemkot Banjarbaru tetap berjalan kondusif.
Kontrak kerja sama untuk angkutan pelajar ini berjalan dengan skema tiga tahun, di mana evaluasi dan perpanjangan kontrak dilakukan setiap tahun.
Sesuai regulasi yang berjalan, kuota operasional APG dibagi secara proporsional, yakni 50 persen menggunakan armada angkutan umum milik anggota Organda dan 50 persen menggunakan armada milik Pemerintah Kota.
“Melalui kepengurusan yang baru ini, kami mengimbau seluruh anggota Organda Banjarbaru untuk tetap solid menjaga persatuan. Sinergi internal yang kuat adalah modal utama kita untuk memajukan transportasi umum di Banjarbaru,” pungkas Helvyn.
Sementara itu, Ketua DPD Organda Provinsi Kalsel, Edi Sucipto, menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru harus mampu bergerak lebih dinamis dan adaptif dalam menghadapi tantangan industri transportasi yang kian berkembang.
“Kami berharap kepengurusan yang baru ini harus lebih baik dari periode sebelumnya. Organda harus selalu dinamis dan mengedepankan kerja sama dengan pemerintah setempat, khususnya Dinas Perhubungan. Tujuannya agar program pemerintah berjalan lancar, dan Organda tidak tertinggal,” ringkasnya.



