Dinas Pertanian Banjar Pastikan Stok dan Kualitas Daging Aman Sambut Ramadan 2026
MARTAPURA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan tahun 2026, pasokan hewan ternak, khususnya kambing dan sapi, di wilayah Kabupaten Banjar dijamin aman. Pihak Dinas Pertanian setempat memastikan bahwa jumlah ketersediaan ternak tersebut mampu menjawab kebutuhan warga selama sebulan penuh.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, drh. Lulu Vila Vardi menuturkan, tren permintaan ternak menjelang bulan puasa hingga Lebaran memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan saat momen hari raya kurban.
“Untuk Ramadan dan Idulfitri memang tidak seramai Iduladha karena Iduladha khusus untuk kurban. Kalau Idulfitri ini kita lebih kepada menjaga ketersediaan stok, karena konsumsi harian masyarakat biasanya meningkat,” ujarnya saat melakukan tinjauan di Pasar Hewan, Kamis (26/02/2026).
Guna mencegah kelangkaan dan lonjakan harga di tengah masyarakat, jajaran Dinas Pertanian secara aktif melakukan inspeksi ke sejumlah titik distribusi.
“Kami sudah turun ke pasar untuk melihat langsung ketersediaan dan perkembangan harga. Sampai hari ini masih dalam kondisi terkendali,” katanya.
Pemantauan ini tidak hanya difokuskan pada pusat niaga hewan, melainkan juga menyasar langsung ke kantong-kantong peternak lokal hingga ke lapak daging di pasar tradisional.
“Kami optimis Ramadan tahun 2026 ini, baik stok hewan hidup di pasar hewan maupun yang ada di peternak dan kelompok ternak, termasuk stok daging di pasar, insya Allah mencukupi hingga Lebaran,” jelasnya.
Tidak hanya dari segi kuantitas, aspek kelayakan konsumsi juga menjadi prioritas utama. Sistem pengawasan higienitas di lapangan terus diperketat, baik untuk pasokan daging yang didatangkan dari luar maupun hasil potong lokal.
“Kalau daging impor sudah dalam bentuk daging dan tentu sudah melalui pemeriksaan kesehatan. Sedangkan untuk daging lokal dari rumah potong hewan maupun pemotongan ayam di pasar, kami lakukan pengawasan rutin,” ungkap drh. Lulu.
Sebagai langkah antisipasi, Bidang Kesmavet juga secara rutin mengambil sampel daging dari pasaran untuk diuji di laboratorium demi mencegah adanya kontaminasi mikroba berbahaya, serta menjaga standar sanitasi.
“Selain menjamin ketersediaan, kami juga memastikan daging yang beredar sehat, higienis, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.
Langkah pengawasan ketat ini menjadi kunci agar tidak ada risiko penularan penyakit dari hewan ternak ke masyarakat.
“Jadi bukan hanya stok yang aman, tetapi juga kesehatan dan keamanannya harus terjamin,” pungkasnya.


