BerandaHabar KotabaruBonus Atlet Porprov Kotabaru...

Bonus Atlet Porprov Kotabaru Tertunda, Kebutuhan Anggaran Membengkak Hingga Rp6,5 Miliar

Terbaru

Bonus Atlet Porprov Kotabaru Tertunda, Kebutuhan Anggaran Membengkak Hingga Rp6,5 Miliar

KOTABARU – Atlet yang  berprestasi dalam Cabor  yang meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan XII di Kabupaten Tanah Laut hingga kini belum menerima bonus yang dijanjikan pemerintah daerah, masing – masing Rp 30 juta untuk medali emas, Rp 20 juta medali perak dan Rp 10 juta bagi peraih medali perunggu. Para atlet yang berprestasi hanya bisa menunggu janji mereka berharap bonus tersebut di bagikan sebelum lebaran Idul Fitri ini.

Pembayaran bonus bagi atlet peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatanke XII yang digelar di Kabupaten Tanah Laut masih belum dapat direalisasikan. Keterlambatan tersebut disebabkan oleh kebutuhan anggaran yang meningkat seiring dengan melonjaknya prestasi atlet Kotabaru.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kotabaru,  Shadiqul Amin, S.Sos, MA, ketika di temui di ruang kerjanya menyampaikan bahwa peningkatan prestasi atlet berdampak langsung terhadap besaran bonus yang harus disiapkan pemerintah daerah.

“Di satu sisi kita tentu sangat bersyukur. Alhamdulillah atlet-atlet kita, para pejuang olahraga daerah, berhasil menorehkan prestasi yang sangat signifikan dibandingkan Porprov sebelumnya di Kandangan,” ujar Shadiq 

Pada ajang Porprov kali ini, kontingen Kotabaru berhasil meraih 39 medali emas dan menempati peringkat ke-6 klasemen akhir. Capaian tersebut meningkat dibanding Porprov sebelumnya di Kandangan, di mana Kotabaru berada di peringkat ke-8.

“Target kita sebenarnya masuk lima besar. Meskipun belum tercapai, peningkatan ke peringkat enam tentu patut kita syukuri,” tambahnya.

Namun peningkatan prestasi tersebut juga membuat kebutuhan anggaran bonus meningkat. Pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar untuk bonus atlet. Sementara berdasarkan perhitungan terbaru dari hasil Porprov dan Peparprov, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp6,5 miliar.

“Kebutuhan bonus naik karena prestasi atlet kita juga meningkat. Dari perhitungan bersama, total kebutuhan mencapai sekitar Rp6,5 miliar, sementara anggaran yang tersedia saat ini masih Rp3,5 miliar,” jelasnya.

Untuk mengatasi kekurangan anggaran tersebut, Disparpora Kotabaru telah berkoordinasi dengan KONI serta mengusulkan penambahan anggaran kepada pemerintah daerah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Usulan penambahan anggaran sudah kami sampaikan melalui TAPD. Alhamdulillah sudah didisposisi oleh Sekretaris Daerah dan diteruskan ke tim anggaran di BPKD,” ujarnya.

Terkait mekanisme pembagian bonus, pihaknya juga telah menggelar rapat bersama pengurus KONI Kotabaru. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pembagian bonus kemungkinan menunggu penambahan anggaran pada APBD Perubahan.

Sebelumnya, Disparpora sempat menawarkan agar bonus dibagikan terlebih dahulu menggunakan anggaran yang tersedia saat ini. Namun setelah dilakukan perhitungan, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi.

“Kami sempat menawarkan dua opsi, salah satunya bonus yang tersedia dibagikan terlebih dahulu untuk atlet peraih medali emas dan  perak,” ucapnya.

Dalam skema bonus yang telah disepakati, peraih medali emas perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp30 juta. Sementara untuk medali emas beregu, atlet akan memperoleh tambahan sekitar 30 persen dari nilai tersebut.

Selain atlet, pelatih juga akan menerima bonus sebesar 30 persen dari total bonus yang diterima atlet.

Meski demikian, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kapan bonus tersebut akan dicairkan.

“Untuk waktu pencairannya masih belum bisa dipastikan karena masih menunggu perkembangan penambahan anggaran. Jadi saat ini kita menunggu keputusan terkait tambahan anggaran tersebut,” pungkasnya.

Penulis M.Nasaruddin

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka