BerandaPendidikanMahasiswa ULM Dorong Kemandirian...

Mahasiswa ULM Dorong Kemandirian Desa Danda Jaya, Olah Limbah Jeruk hingga Perbaiki Irigasi

Terbaru

Barito Kuala – Permasalahan klasik desa seperti pengelolaan sampah, optimalisasi komoditas lokal, hingga pemeliharaan irigasi kini dijawab dengan pendekatan terpadu oleh mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Melalui Program Bina Desa Berdampak, sebanyak 14 mahasiswa hadir di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, membawa serangkaian inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Program yang diusung bertajuk Peningkatan Kemandirian Masyarakat melalui Pemeliharaan Sistem Irigasi, Pemanfaatan Jeruk Berlebih, serta Pengelolaan Sampah. Tim mahasiswa berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas MIPA, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan Ir. Abdul Haris, M.Si.

Ketua kelompok, Achmad Akmal Maulana, mengungkapkan bahwa salah satu persoalan utama di desa adalah menumpuknya limbah jeruk yang tidak termanfaatkan, selain sampah organik dan anorganik lainnya yang belum dikelola secara optimal.

“Kami melihat potensi besar dari komoditas jeruk ini. Jika dikelola dengan baik, tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Berangkat dari hasil survei dan interaksi langsung dengan warga serta aparat desa, tim merancang program berbasis kebutuhan (need-based program). Proses ini dimulai sejak November 2025 melalui tahap identifikasi masalah dan penyusunan proposal, dilanjutkan pembekalan serta penjajakan mitra pada Desember, hingga implementasi program pada 6–10 Januari 2026.

Sejumlah kegiatan strategis pun dijalankan secara terintegrasi. Di bidang lingkungan, mahasiswa mengajak siswa sekolah dasar membuat lubang biopori sebagai solusi sederhana mengurangi genangan dan sampah organik. Sementara itu, kelompok ibu-ibu PKK diberikan pelatihan mengolah jeruk menjadi produk bernilai ekonomi seperti minyak atsiri dan sirup, lengkap dengan praktik langsung.

Di sektor pertanian, mahasiswa menggelar diskusi dan sosialisasi terkait pemeliharaan sistem irigasi persawahan guna mendukung produktivitas lahan. Mereka juga turut terlibat dalam pengembangan budidaya jamur yang telah lebih dulu berjalan di desa sebagai upaya diversifikasi usaha masyarakat.

Seluruh kegiatan dirancang aplikatif dan telah melalui uji praktik sebelum diterapkan di lapangan. Pendekatan ini terbukti efektif menarik partisipasi masyarakat. Antusiasme warga, mulai dari anak-anak hingga kelompok PKK, terlihat dalam setiap sesi kegiatan.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Mereka dituntut mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, berkomunikasi dengan masyarakat, serta merumuskan solusi atas permasalahan riil di lapangan.

Selain dampak sosial, program ini juga menargetkan luaran akademik berupa publikasi ilmiah, jurnal pengabdian, serta dokumentasi kreatif sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah.

Melalui Program Bina Desa Berdampak, mahasiswa ULM kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang hadir membawa solusi. Ke depan, ULM berkomitmen menjaga keberlanjutan program melalui penguatan kolaborasi dengan desa, peningkatan tata kelola, serta dukungan regulasi agar manfaat yang dihasilkan tidak berhenti pada satu periode, melainkan terus berkembang secara berkelanjutan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka