BerandaHabar BanjarKasus Campak di Kabupaten...

Kasus Campak di Kabupaten Banjar Menurun, Dinkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi

Terbaru

Kasus Campak di Kabupaten Banjar Menurun, Dinkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi

MARTAPURA – Kabar baik datang dari sektor kesehatan di Kabupaten Banjar. Dinas Kesehatan setempat melaporkan adanya tren penurunan kasus campak (Morbili) yang cukup signifikan memasuki bulan Mei 2026.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Hj. Mariana, SKM, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, terjadi penurunan angka kasus mingguan yang menunjukkan keberhasilan penanganan di lapangan.

​”Alhamdulillah, saat ini kita melihat tren penurunan. Pada minggu ke-15 tercatat ada 10 kasus, sementara pada minggu ke-16 ini turun menjadi 5 kasus,” ujar Hj. Mariana saat memberikan keterangan pada Rabu (13/5/2026).

​Meskipun menunjukkan tren menurun di bulan Mei, akumulasi data suspek campak di Kabupaten Banjar hingga bulan April 2026 tercatat mencapai 68 kasus. Hal ini tetap menjadi perhatian serius bagi pihak kesehatan untuk memastikan wabah tidak kembali meluas.

​Hj. Mariana menjelaskan bahwa masyarakat lokal di Banjar lebih akrab mengenal campak dengan sebutan Kerumut. Ia mengingatkan warga untuk waspada terhadap gejala khas yang muncul secara bersamaan.

​”Gejala yang sangat khas adalah demam tinggi disertai batuk dan munculnya bintik-bintik kemerahan yang menyebar ke seluruh tubuh. Jika anak atau anggota keluarga mengalami ini, harus segera diwaspadai,” jelasnya.

​Meski secara historis campak identik menyerang anak-anak, Dinkes Banjar mencatat adanya perubahan tren. Saat ini, campak mulai banyak menular ke kelompok usia dewasa melalui kontak langsung.

​Menurut Hj. Mariana, penularan sangat bergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Virus ini tidak mengenal lokasi khusus dan bisa menyerang di mana saja, mulai dari lingkungan sekolah seperti TK dan SD, hingga lingkungan kerja orang dewasa.

​”Penyebabnya adalah virus. Jika daya tahan tubuh kuat, seseorang biasanya lebih aman. Namun, karena ini menular lewat kontak langsung, siapa pun bisa terserang jika imunnya sedang turun,” tambahnya.

​Terkait penanganan, pihak Dinas Kesehatan menekankan dua poin utama: Pasien biasanya diberikan obat penurun panas, antivirus, atau antibiotik jika ditemukan komplikasi infeksi bakteri, sesuai dengan diagnosa medis, dan Langkah paling efektif pencegahan adalah melalui imunisasi. Selain itu, menjaga pola hidup sehat untuk memperkuat daya tahan tubuh menjadi kunci utama menangkal virus ini.

​Pemerintah Kabupaten Banjar terus menghimbau orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap guna memutus mata rantai penyebaran campak di Kabupaten Banjar.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka