BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah guna mencapai target pertumbuhan hingga 8,1 persen.
Hal tersebut disampaikan dalam High Level Meeting Transformasi Ekonomi yang digelar Biro Perekonomian Setda Kalsel di kediaman pribadi gubernur, Jalan Lingkar Dalam Selatan, Banjarmasin, Rabu (29/4/2026) malam.
Pemprov Kalsel memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerah berada di kisaran 5,8 persen pada 2026, meningkat menjadi sekitar 6,5 persen pada 2027, dan ditargetkan mencapai 8,1 persen pada 2030.
Dalam forum tersebut, Gubernur Muhidin menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Kita berharap hubungan yang terjalin semakin kuat. Transformasi ekonomi menuju pertumbuhan 8 persen ini harus berjalan optimal,” ujarnya.
Diskusi turut menghadirkan akademisi Universitas Lambung Mangkurat, yakni Prof. Ir. Muthia Ela, S.T., M.Sc., Ph.D dari Fakultas Teknik serta Dr. Ir. Fakhrur Razie, M.Si dari Fakultas Pertanian, yang memberikan perspektif ilmiah terkait strategi penguatan ekonomi daerah.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, termasuk sektor pertambangan.
Gubernur Muhidin menegaskan bahwa pengolahan sumber daya alam secara optimal merupakan kunci untuk mendongkrak nilai ekonomi.
“Perbedaan nilai antara bahan mentah dan hasil olahan sangat signifikan. Karena itu, hilirisasi harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fadjar Majardi, menyampaikan bahwa arah kebijakan transformasi ekonomi sejatinya telah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi pada perumusan konsep, melainkan implementasi yang konkret dan konsisten di lapangan.
“Kerangka strategis sudah tersedia, mulai dari transformasi sosial, ekonomi, hingga pengembangan wilayah. Yang diperlukan sekarang adalah eksekusi yang tepat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa fokus awal transformasi mencakup peningkatan investasi, penguatan riset dan inovasi, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemprov Kalsel optimistis pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


