Kuala Kapuas – Bupati Kapuas, H Muhammad Wiyatno menerima anugerah Leadership Education Awards dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat, Senin (4/5/2026).
“Penghargaan ini sejatinya bukan milik saya pribadi, melainkan seluruh pejuang pendidikan di pelosok kabupaten, baik wilayah pesisir sungai hingga daerah hulu,” kata Wiyatno saat menerima penghargaan.
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Kapuas, Kadeni itu dirangkai seminar dan anugerah pendidikan, di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas.
Penyerahan anugerah turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat, Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Tengah Diplan, serta Bunda Guru Kapuas Siti Saniah Wiyatno.
Bupati Kapuas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh PGRI Kapuas.
Bupati Wiyatno menegaskan, penghargaan tersebut dimaknainya sebagai amanah sekaligus pengingat bahwa investasi terbaik bagi suatu daerah adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM), dengan guru sebagai pilar utama.
“Terima kasih kepada PGRI yang selama ini menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah dalam menjaga nyala api literasi dan pembentukan karakter bangsa. Saya akan terus membersamai perjuangan PGRI,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada seluruh insan pendidikan di kabupaten setempat, Wiyatno mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya di bidang digital.
“Manfaatkan papan interaktif digital yang ada di sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan, sehingga potensi anak-anak dapat dimaksimalkan,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga indentitas budaya di tengah arus globalisasi. Di mana anak-anak Kapuas harus tetap mengenal akar budaya.
“Saya ingin kurikulum kita mampu mengintegrasikan potensi daerah agar siswa dapat membangun tanah kelahirannya sendiri,” tambahnya.
Terkait kesejahteraan dan perlindungan guru, pemerintah daerah setempat, berkomitmen untuk terus memberikan perhatian.
“Termasuk perlindungan hukum dalam menjalankan tugas profesinya. Guru harus merasa aman dan nyaman saat mendidik,” pungkas Bupati Wiyatno.


