Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Banjar Gelar Sosialisasi Literasi Kebencanaan Bersama DPR RI dan BNPB
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Komisi VIII DPR RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Sosialisasi Penguatan Literasi Kebencanaan untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Kalimantan Selatan dalam Menghadapi Ancaman Bencana. Kegiatan ini berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Banjar, Martapura.
Acara ini dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Komisi VIII, Sandi Fitrian Noor, S.T., M.M., beserta jajaran Tim Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, jajaran pejabat Pemkab Banjar, serta para relawan penanggulangan bencana.
Bupati Kabupaten Banjar, Saidi Mansyur dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan perhatian Pemerintah Pusat serta DPR RI terhadap keselamatan warga Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar. Pihaknya menekankan pentingnya pergeseran paradigma penanggulangan bencana dari respons pascabencana menuju tindakan mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini.
”Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Banjar, memiliki kerawanan terhadap potensi bencana alam seperti banjir, karhutla, maupun tanah longsor. Literasi kebencanaan bukan sekadar teori, melainkan pemahaman praktis mengenai jalur evakuasi, simulasi mandiri, peringatan dini, serta budaya siaga bencana di lingkungan keluarga dan komunitas,” tegas Saidi Mansyur.
Ia menambahkan, Pemkab Banjar terus berkomitmen mendukung kolaborasi sinergis dari tingkat pusat hingga desa/kelurahan, salah satunya melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) serta pembinaan relawan siaga.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, menjelaskan bahwa edukasi literasi kebencanaan sangat krusial dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana lokal.
”Alhamdulillah hari ini kita mendapat kunjungan dari Komisi VIII DPR RI bersama rekan-rekan BNPB Pusat. Literasi ini diperlukan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan komunitas, sekaligus memberikan kesiapsiagaan dalam memitigasi seluruh risiko kebencanaan di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar,” ujar Yudi Andrea.
Yudi menambahkan, hasil dari kegiatan sosialisasi ini akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan materi literasi kebencanaan ke dalam kurikulum pendidikan lokal hingga tingkat desa.
”Harapannya, banyaknya relawan yang mendapat materi hari ini dapat menjadi kekuatan kita untuk meningkatkan kapasitas relawan, mencegah terjadinya karhutla, serta memperkuat kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana secara menyeluruh,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi dan simulasi evakuasi mandiri ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang meneruskan pengetahuan serta budaya siaga bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
