BerandaHabar BanjarmasinPT Bangun Banua Paparkan...

PT Bangun Banua Paparkan Kinerja, Kontribusi ke Pemprov Kalsel Capai Rp50,17 Miliar

Terbaru

PT Bangun Banua Paparkan Kinerja, Kontribusi ke Pemprov Kalsel Capai Rp50,17 Miliar

BANJARMASIN – PT Bangun Banua Kalimantan Selatan memaparkan capaian kinerja perusahaan sekaligus arah pengembangan bisnis dalam dialog terbuka bersama insan pers yang digelar di Banjarmasin, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang diikuti anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) itu menjadi ajang perusahaan daerah tersebut membuka ruang komunikasi sekaligus memperkuat transparansi kepada publik.

Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, mengatakan keterbukaan informasi menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun tata kelola yang lebih baik. Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis yang dapat memberikan kritik maupun masukan untuk kemajuan perusahaan.

“Kami ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka. Media bukan hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi mitra yang memberikan perspektif, kritik, dan solusi demi perbaikan perusahaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, PT Bangun Banua turut memaparkan data historis kinerja perusahaan. Berdasarkan data yang disampaikan, total kontribusi PT Bangun Banua kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hingga 2026 mencapai Rp50.172.617.407.

Kontribusi tersebut merupakan akumulasi setoran perusahaan sejak 1988. Dalam empat tahun terakhir, nilainya menunjukkan tren meningkat, yakni sekitar Rp5,49 miliar pada 2023, Rp5,95 miliar pada 2024, Rp8,17 miliar pada 2025, dan mencapai Rp9,11 miliar pada 2026.

Selain itu, perusahaan juga memaparkan nilai penyertaan modal Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang saat ini mencapai Rp46.348.360.000. Seluruh saham PT Bangun Banua dimiliki Pemprov Kalsel, dengan penyertaan modal yang dilakukan secara bertahap sejak perusahaan berdiri dalam bentuk modal, hibah, hingga aset berupa tanah dan bangunan.

Afrizaldi yang dipercaya memimpin PT Bangun Banua sejak Februari 2025 mengatakan, pemaparan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan informasi mengenai perkembangan usaha dan kondisi keuangan kepada publik.

“Hari ini kami menyampaikan kondisi bisnis perusahaan, perkembangan usaha, hingga laporan keuangan yang alhamdulillah menunjukkan tren positif. Kami berharap paparan ini dapat menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini berkembang mengenai kinerja PT Bangun Banua,” katanya.

Ia mengungkapkan, perusahaan telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan usaha pada 2027. Karena itu, target dividen yang akan disetorkan kepada Pemprov Kalsel masih bergantung pada realisasi investasi yang akan dilakukan.

Menurut Afrizaldi, apabila perusahaan tidak melakukan ekspansi usaha baru, nilai dividen berpeluang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jika sejumlah proyek strategis direalisasikan, sebagian laba akan dialokasikan sebagai modal pengembangan bisnis.

“Target dividen tentu berkaitan dengan besaran modal yang harus kami keluarkan. Kalau tanpa menambah usaha baru, kemungkinan dividen akan naik. Tapi jika kami mulai membangun depo oksigen, mengembangkan bisnis pasir, mengelola kawasan Kilometer 0, membuka bengkel, dan unit usaha lainnya, maka dana cadangan akan digunakan untuk investasi tersebut,” jelasnya.

Ia menilai langkah ekspansi tersebut penting untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Dengan bertambahnya unit usaha, PT Bangun Banua diharapkan mampu meningkatkan kinerja sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun-tahun mendatang.

Sebagai mantan jurnalis, Afrizaldi mengaku memahami pentingnya keterbukaan informasi bagi media. Ia berharap dialog bersama insan pers dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah komunikasi dan evaluasi antara perusahaan dengan publik.

Dialog tersebut menghadirkan Afrizaldi sebagai narasumber, didampingi Sekretaris PWI Kalimantan Selatan Toto Fachrudin, dengan Diana Rosianti sebagai moderator. Sebanyak 96 peserta yang terdiri dari anggota PWI, JMSI, dan IJTI mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran manajemen PT Bangun Banua dan sejumlah mitra perusahaan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka