BerandaHabar BanjarKebakaran di Desa Baru...

Kebakaran di Desa Baru Banjar Hanguskan 4 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar

Terbaru

Kebakaran di Desa Baru Banjar Hanguskan 4 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar

​MATARAMAN – Musibah kebakaran melanda pemukiman warga di Desa Baru RT 01 RW 01, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Peristiwa tersebut meratakan empat unit rumah beserta seluruh isinya, serta menyebabkan satu rumah lainnya mengalami kerusakan sedang.

​Insiden ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Marhamah. Ketika hendak keluar rumah, ia melihat kobaran api sudah membesar di bagian depan bangunan milik tetangganya. Marhamah lantas berusaha meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman darurat.

​Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Kapolsek Mataraman Iptu Ahmad Saleh mengonfirmasi terjadinya peristiwa tersebut.

​“Melihat api yang sudah membesar, saksi kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pemadaman menggunakan air seadanya,” ujar Iptu Ahmad Saleh.

​Namun, lantaran posisi antarruang bangunan sangat rapat serta didominasi bahan material kayu, api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan. Penanganan berhasil dilakukan setelah petugas gabungan dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, personel Polsek dan Koramil Mataraman, serta warga setempat turun ke lokasi kejadian.

​Meski tidak memakan korban jiwa, sebanyak lima kepala keluarga tercatat menjadi korban terdampak musibah ini, yaitu Zul Fahmi (47), Fauzi Rosadi (43), Martiah (55), Marsitah (65), dan Khairil Anwar (38). Sementara itu, Marhamah dan Jainudin dimintai keterangan oleh petugas sebagai saksi mata.

​Total kerugian materiil akibat amukan si jago merah diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Pihak Polsek Mataraman telah memasang garis polisi, mencatat keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Banjar guna memastikan pemicu kebakaran.

​“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka