AMUNTAI – Tanaman gulma yang selama ini dianggap sebagai pengganggu ternyata bisa disulap menjadi sesuatu yang bernilai. Di tangan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), gulma dimanfaatkan menjadi pakan ternak, pupuk kompos hingga bahan pestisida.
Inovasi tersebut menjadi salah satu hasil kreativitas 347 mahasiswa ULM yang mengikuti program KKN-Magang selama 40 hari di berbagai desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Berbagai hasil inovasi mahasiswa itu dipamerkan dalam kegiatan Expose KKN-Magang bertajuk “Sinergi Pertanian Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Hulu Sungai Utara”.

Para mahasiswa sebelumnya resmi dilepas untuk melaksanakan kegiatan lapangan pada 27 Juli 2026. Selama berada di tengah masyarakat, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga menggali potensi sumber daya lokal untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Selain mengolah gulma, mahasiswa juga mengembangkan potensi hewani menjadi berbagai produk olahan makanan. Tanaman purun yang merupakan salah satu sumber daya khas lahan rawa HSU pun tak luput dari kreativitas mahasiswa dan diolah menjadi beragam produk kerajinan.
Produk-produk tersebut kemudian dipamerkan melalui bazar yang difasilitasi Fakultas Pertanian ULM. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil pembelajaran sekaligus menunjukkan bahwa sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Wakil Bupati HSU Hero Setiawan yang hadir bersama jajaran kepala dinas di lingkungan Pemkab HSU memberikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa selama menjalani program di desa-desa.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa ULM di tengah masyarakat memberikan dampak positif, terutama melalui penerapan teknologi tepat guna, optimalisasi pemanfaatan lahan rawa serta pendampingan terhadap kelembagaan petani.
Dari kalangan akademisi, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor IV ULM Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc., Dekan Fakultas Pertanian ULM Prof. Ahmad Rizaly Saidi, para wakil dekan, dosen pembimbing lapangan serta seluruh mahasiswa peserta program.
Wakil Rektor IV ULM menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui program KKN-Magang, ULM berupaya membawa hasil pembelajaran dan riset kampus agar tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pertanian berkelanjutan menjadi salah satu fokus penting, termasuk bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan dan memiliki nilai tambah,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah pun dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di HSU.
Program tersebut tidak hanya menjadi sarana mahasiswa memperoleh pengalaman praktis di lapangan, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang dapat diteruskan dan dikembangkan masyarakat.
Kegiatan Expose ditutup dengan penyerahan secara simbolis laporan hasil KKN-Magang dari Dekan Fakultas Pertanian ULM kepada Pemerintah Kabupaten HSU.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti setelah program KKN-Magang berakhir, melainkan terus berlanjut untuk mendorong pengembangan potensi pertanian lokal, kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat HSU.

