Tabrakan Maut Genio vs Truk Box di Martapura: Satu Orang Tewas, Polisi Dalami Chronology Kejadian
MARTAPURA – Kasus kecelakaan maut yang menewaskan pengendara motor berinisial AR (40) di Jalan Ahmad Yani Km 38,5, Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu (19/9/2026) malam, terus ditangani pihak kepolisian. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 Wita ini melibatkan sepeda motor Honda Genio bernopol DA 6353 BEJ dan sebuah truk box bernopol DA 8486 QC.
Usai benturan keras di lokasi kejadian, truk box sempat bergerak meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Hal tersebut memicu warga sekitar untuk melakukan pengejaran hingga armada berhasil dihentikan di area depan Swalayan Alan. Sopir beserta kendaraannya kini telah diamankan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Banjar.
Kasat Lantas Polres Banjar Iptu Agung Iswahyudi membenarkan adanya insiden fatal yang menewaskan warga Martapura Timur tersebut. Namun, polisi belum merinci kronologi utuh terkait dugaan truk yang sempat berpindah tempat dari TKP.
“Iya, benar ada kejadian kecelakaan tersebut,” ujar Agung saat dikonfirmasi via media WhatsApp, Minggu (20/9/2026) pagi.
“Untuk sementara masih dilakukan pendalaman oleh Unit Gakkum,” lanjutnya.
Anggota keluarga korban, H. Muhammad Rofiqi, anggota DPR RI yang merupakan sepupu kandung AR, menegaskan bahwa pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian agar diusut secara transparan berdasarkan fakta hukum.
“Kita tahu ini semua musibah. Cuma kita berharap hukum dimajukan dan ditegakkan setegak-tegaknya. Saya pastikan akan mengawal ini sampai ke ujung,” tegas Rofiqi.
Di sisi lain, keterangan berbeda disampaikan oleh A, salah satu kernet truk box yang terlibat kecelakaan. Ia membantah tudingan bahwa pengemudi sengaja melarikan diri dari tanggung jawab.
A menjelaskan bahwa posisi truknya sedang berhenti di belakang truk Fuso karena lampu lalu lintas menyala merah dan lampu hazard sudah diaktifkan. Tiba-tiba terdengar hantaman keras dari arah belakang yang membuat pengemudi panik seketika.
“Bukan berniat kabur, tapi saat itu posisi sedang panik dan ngeblank (syok). Rencananya mau langsung meminta bantuan ke Polsek terdekat,” jelas A.
Saat ini, kepolisian masih terus memeriksa para saksi dan mengumpulkan barang bukti guna menyusun kronologi utuh insiden ini, termasuk memastikan kebenaran alibi pergerakan truk pascabenturan.

