BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi tuan rumah Bawaslu Campus Connect yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dengan mengangkat tema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan”, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lecture Theater Gedung 1 FISIP ULM, Banjarmasin, tersebut menjadi wadah kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terkait pengawasan pemilu di tengah perkembangan teknologi digital.
Tak sekadar membahas kepemiluan, forum tersebut juga mendorong generasi muda agar mengambil peran lebih aktif dalam menjaga demokrasi yang transparan, partisipatif dan berintegritas.

Wakil Rektor III ULM, Dr. Muhamad Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si., yang mewakili ULM dalam kegiatan tersebut menilai kampus memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir sekaligus melahirkan gerakan perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Bawaslu Campus Connect menjadi momentum untuk mempertemukan mahasiswa dengan penyelenggara pengawasan pemilu sekaligus memperkuat kerja sama antarlembaga.
“Kampus adalah ruang lahirnya pemikiran dan gerakan perubahan, sehingga melalui Bawaslu Campus Connect ini mahasiswa ULM dapat terhubung dengan Bawaslu dan bersama-sama membangun pemahaman yang sama tentang demokrasi dan pengawasan pemilu,” ujarnya.
Rusmin juga menyebut FISIP ULM memiliki posisi penting dalam memberikan fondasi pengetahuan kepada mahasiswa mengenai kepemiluan, demokrasi serta pengawasan partisipatif.
Kolaborasi antara Bawaslu dan ULM, lanjutnya, diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk ikut mengawalnya.
Sementara itu, opening speech disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data dan Informasi Bawaslu, Dr. H. Puadi, S.Pd., M.M.
Forum tersebut turut menghadirkan Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. M. Rifqinizamy Karsayuda, S.H., M.H., sebagai keynote speaker.
Sejumlah tokoh dan akademisi juga hadir sebagai narasumber, yakni Ketua Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Dr. H. Alfitra Salam, APU; akademisi Universitas Bhayangkara Jakarta Dr. Ardhana Ulfa Azis, S.I.P., M.Si.; serta Wakil Dekan II FISIP ULM Banjarmasin Dr. Mahyuni, S.Sos., M.AP.
Diskusi dipandu Nur Amalia Fitri, S.H., sebagai moderator.
Mengusung tema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan”, diskusi menyoroti peluang pemanfaatan teknologi informasi dalam memperkuat pengawasan pemilu sekaligus tantangan yang muncul akibat derasnya arus informasi di ruang digital.
Mahasiswa dan sivitas akademika didorong untuk meningkatkan literasi digital, mampu memilah informasi serta berperan aktif dalam pengawasan pemilu secara partisipatif.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi perguruan tinggi dan Bawaslu dalam meningkatkan literasi kepemiluan dan partisipasi masyarakat.
Dengan keterlibatan generasi muda, demokrasi Indonesia diharapkan dapat terus berkembang menjadi lebih transparan, berkualitas dan berintegritas di tengah pesatnya transformasi digital.



