BerandaDPRD KaltimDPRD Kaltim Soroti Kesiapan...

DPRD Kaltim Soroti Kesiapan Pelayanan Jamaah Haji: Darlis Pattalongi Titip Harapan untuk Lansia dan Jamaah Mandiri

Terbaru

Menjelang keberangkatan para calon jamaah haji asal Kalimantan Timur, perhatian terhadap kesiapan pelayanan dan logistik terus meningkat, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat. Salah satu suara yang turut menyoroti secara aktif adalah Muhammad Darlis Pattalongi, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, yang dikenal aktif dalam pengawasan pelayanan publik, termasuk pelaksanaan ibadah haji.

Dalam kesempatan menjadi narasumber program talkshow bertajuk Ngapeh yang ditayangkan oleh TVRI Kaltim, Darlis menyampaikan sejumlah pandangan strategis mengenai kesiapan daerah dalam mendukung kelancaran ibadah para tamu Allah. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji bukan hanya tanggung jawab satu institusi, tetapi menjadi urusan bersama yang membutuhkan sinergi berbagai pihak.

Mengawali pemaparannya, Darlis mengucapkan rasa syukur atas kelancaran tahapan persiapan keberangkatan jamaah haji melalui Embarkasi Balikpapan. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh calon jamaah yang telah dengan sabar dan ikhlas mengikuti proses panjang sebelum akhirnya berangkat menunaikan rukun Islam kelima.

Darlis menjelaskan bahwa Embarkasi Balikpapan tahun ini ditugaskan melayani 16 kelompok terbang (kloter), dengan sekitar 7,5 kloter berasal dari Kalimantan Timur. Berdasarkan data yang diterima oleh pihaknya, kuota untuk Provinsi Kaltim tercatat sebanyak 2.586 orang. Angka tersebut mencerminkan antusiasme dan semangat religius masyarakat Benua Etam dalam menjalankan ibadah haji.

Sebagai bagian dari lembaga legislatif daerah yang membidangi urusan keagamaan dan sosial, Komisi IV DPRD Kaltim telah menjalin koordinasi intensif bersama Kementerian Agama dan sejumlah instansi pendukung lainnya. Tujuan utamanya adalah memastikan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan para jamaah selama menjalani seluruh tahapan perjalanan, termasuk mereka yang tergolong lansia.

“Komisi IV merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan para calon haji dari Kalimantan Timur mendapatkan pelayanan yang maksimal. Kami sudah mengadakan beberapa kali pertemuan dengan Kemenag dan stakeholder lainnya untuk membahas langkah-langkah strategis dan teknis yang dibutuhkan,” ujar Darlis dalam dialog tersebut.

Salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana memberikan perhatian ekstra kepada jamaah lanjut usia. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar lima persen dari total jamaah haji Kaltim tergolong lansia, termasuk salah satunya berasal dari Kutai Timur dengan usia mencapai 101 tahun. Fakta ini mendorong perlunya pendekatan khusus agar mereka tetap dapat menunaikan ibadah dengan nyaman dan aman.

“Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Kementerian Agama dalam memberikan layanan khusus bagi jamaah lansia. Ini penting, karena kelompok usia ini memiliki kebutuhan yang berbeda dari jamaah pada umumnya, baik secara fisik maupun psikologis,” imbuh Darlis.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan ibadah haji bukan hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh dukungan moril dari masyarakat. Menurutnya, setiap lapisan masyarakat memiliki peran penting dalam mendoakan dan memberikan semangat kepada para calon haji agar dapat menjalani ibadah dengan khusyuk.

Darlis mengingatkan bahwa meskipun wewenang DPRD Provinsi terbatas pada fase keberangkatan di Embarkasi Balikpapan, kualitas pelayanan di titik ini sangat berpengaruh terhadap pengalaman jamaah selama berada di Tanah Suci. Oleh karena itu, kesiapan di tahap awal harus menjadi prioritas utama.

“Kalau kita memulai dengan baik dari embarkasi, maka insya Allah seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci akan lebih tertata dan jamaah akan lebih siap secara mental dan fisik. Itu sebabnya kami menaruh perhatian besar pada proses ini,” jelasnya.

Selain aspek logistik dan layanan fisik, Darlis juga menggarisbawahi pentingnya pembekalan non-ritual. Ia menyebut bahwa pemahaman mengenai budaya lokal Arab Saudi, etika penggunaan fasilitas umum, hingga tata krama saat berinteraksi dengan petugas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah.

Menurutnya, banyak kendala di lapangan yang terjadi bukan karena kekurangan niat ibadah, tetapi karena kurangnya pemahaman terhadap hal-hal praktis dan budaya setempat. Edukasi semacam ini dinilai sangat krusial, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali ke luar negeri atau yang berasal dari daerah terpencil.

“Bimbingan haji jangan hanya berfokus pada materi fikih ibadah. Jamaah juga perlu disiapkan untuk memahami konteks sosial, seperti bagaimana menggunakan toilet umum, cara mengantri dengan tertib, atau bagaimana bersikap ketika berdesakan. Ini semua akan mempengaruhi kenyamanan mereka sendiri,” terang Darlis.

Di akhir penyampaiannya, Darlis menyampaikan pesan menyentuh kepada seluruh calon jamaah haji asal Kalimantan Timur. Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dalam kondisi sehat, serta menjadi haji yang mabrur. Tidak lupa ia menitipkan harapan agar para jamaah turut mendoakan Kalimantan Timur agar terus dilimpahi keberkahan dan diberikan pemimpin-pemimpin yang amanah.

“Atas nama pribadi dan lembaga, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jamaah kita. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah mereka dan mengangkat derajat mereka sebagai haji yang mabrur. Jangan lupa doakan Kalimantan Timur agar semakin maju, damai, dan sejahtera,” tutupnya dengan haru.

Pernyataan dan sikap Darlis Pattalongi mencerminkan kepedulian yang tulus terhadap masyarakat, sekaligus menjadi bukti bahwa keberpihakan legislatif terhadap urusan keagamaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung pada aspek pelayanan dan empati terhadap para tamu Allah. (adv)

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka