BerandaDPRD KaltimEkti Imanuel Dorong Pekerja...

Ekti Imanuel Dorong Pekerja GKII Tingkatkan Kualitas Pelayanan Melalui Retreat Wilayah Kalimantan Timur

Terbaru

Ruang Borneo Hotel menjadi saksi kebersamaan dan semangat pembaruan ketika ratusan pekerja Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) dari berbagai daerah di Kalimantan Timur berkumpul dalam rangka mengikuti kegiatan Retreat Pekerja Gereja Wilayah Kalimantan Timur. Acara ini dihadiri oleh 449 peserta yang berasal dari 10 kabupaten dan kota di provinsi ini, menjadikannya salah satu kegiatan pembinaan gerejawi terbesar dalam skala regional.

Retreat ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, yang turut hadir dan memberikan sambutan sekaligus dukungan moril kepada para peserta. Dalam sambutannya, Ekti menegaskan pentingnya kegiatan seperti retreat ini sebagai ruang spiritual dan strategis bagi para pelayan gereja untuk sejenak berhenti dari rutinitas pelayanan, merefleksikan perjalanan iman, dan menyusun langkah-langkah pelayanan ke depan secara lebih matang dan kontekstual.

Ia menekankan bahwa pelayanan yang berkelanjutan dan berdampak memerlukan evaluasi berkala, serta wadah untuk saling berbagi pengalaman dan visi. Dalam konteks itu, Ekti menyampaikan apresiasinya atas dedikasi luar biasa para pekerja gereja GKII dalam melayani jemaat di wilayah yang sangat beragam, baik dari sisi geografis, sosial, maupun budaya.

Sebagai simbol pembukaan resmi kegiatan, Ekti Imanuel memukul gong di hadapan seluruh peserta, menandai dimulainya rangkaian acara yang telah disusun panitia. Usai pembukaan, suasana ruangan berubah menjadi lebih khusyuk dan penuh sukacita ketika lantunan puji-pujian terdengar dari seluruh penjuru ruangan, mempererat rasa kebersamaan dan iman di antara peserta yang hadir.

Salah satu agenda utama dalam retreat ini adalah penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), yang dirancang sebagai ruang penguatan iman dan penyegaran spiritual bagi para pekerja gereja. Melalui KKR ini, para peserta diajak untuk memperbarui komitmen pelayanan mereka serta memperdalam relasi personal dengan Tuhan, sebagai fondasi utama dari pelayanan mereka kepada jemaat.

Dalam sesi-sesi berikutnya, retreat ini akan diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan, diskusi kelompok, dan workshop yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dan keterampilan pelayanan. Tema-tema yang diangkat dalam diskusi dan pelatihan mencakup strategi pelayanan kontekstual, kepemimpinan rohani, komunikasi jemaat, hingga isu-isu kontemporer yang dihadapi gereja dalam kehidupan sosial saat ini.

Ekti Imanuel dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi gereja dalam menjawab kebutuhan zaman yang terus berubah. Ia menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam pelayanan, agar gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan masyarakat yang relevan dan berdampak. Menurutnya, pelayanan gereja yang kontekstual harus mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan menjawab kebutuhan mereka secara nyata, baik di bidang spiritual, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

Tidak hanya berhenti di ranah gereja, Ekti juga mengajak para pekerja GKII untuk aktif membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah. Ia meyakini bahwa kerja sama yang baik antara gereja dan pemerintah dapat melahirkan program-program kolaboratif yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Sebagai contoh, ia menyebut potensi kerja sama di bidang pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas gerejawi, serta penyuluhan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.

Ekti juga menyampaikan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam ranah keagamaan dan sosial. Ia melihat bahwa peran gereja dalam membangun karakter masyarakat yang bermoral dan tangguh sangat penting untuk memperkuat fondasi sosial Kalimantan Timur ke depan.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari kehadiran mereka yang berasal dari berbagai wilayah, bahkan sebagian datang dari lokasi-lokasi pelayanan yang cukup terpencil. Hal ini menunjukkan semangat dan komitmen tinggi dari para pelayan gereja GKII dalam mengikuti proses pembinaan dan penguatan kapasitas ini. Mereka datang dengan semangat belajar, ingin membangun jaringan, dan membawa pulang bekal pelayanan yang lebih kuat.

Melalui pelaksanaan retreat ini, diharapkan para peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru, serta membawa pemahaman dan strategi pelayanan yang lebih efektif. Retreat ini bukan hanya menjadi tempat pertemuan, tetapi juga ruang transformasi—baik secara spiritual maupun profesional.

Ekti Imanuel menutup sambutannya dengan menaruh harapan besar agar kegiatan retreat ini benar-benar menjadi momentum kebangkitan pelayanan di Kalimantan Timur. Ia berpesan agar setiap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk bertumbuh dan berkembang, serta menjadi agen-agen terang di tengah masyarakat.

Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan pelayanan gereja tidak hanya berjalan secara internal, tetapi juga berdampak luas bagi pembangunan sosial, spiritual, dan moral masyarakat Kalimantan Timur secara menyeluruh. (adv)

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka