RANTAU – Langit kawasan Rantau Baru, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mendadak dipenuhi beragam layang-layang dalam gelaran Dandang Kite Festival Kabupaten Tapin 2026.
Festival layang-layang yang digelar untuk keempat kalinya tersebut berlangsung meriah. Diperkirakan lebih dari 10 ribu pengunjung memadati kawasan Rantau Baru untuk menyaksikan langsung berbagai kreasi layang-layang dandang.
Ketua Pelaksana Dandang Kite Festival 2026, M. Zaky Hidayat, mengatakan jumlah peserta yang tercatat dalam buku tamu mencapai sekitar 1.500 orang. Angka tersebut belum termasuk masyarakat yang datang sebagai penonton.
“Kalau dari buku tamu sekitar 1.500 peserta. Itu belum termasuk pengunjung. Kalau ditotal, kami perkirakan lebih dari 10 ribu orang yang hadir,” ujar Zaky.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Tapin. Sejumlah pencinta layang-layang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan turut ambil bagian, di antaranya dari Tabalong, Kotabaru, Tanjung dan daerah lainnya.
Meski sempat terkendala kondisi angin, para peserta tetap menunggu hingga cuaca mendukung. Puncaknya sekitar pukul 17.00 WITA, angin mulai menguat sehingga layang-layang dandang dapat diterbangkan.
Langit Rantau Baru pun berubah semarak dengan beragam bentuk dan ukuran layang-layang yang menghiasi kawasan festival.
Selain menjadi ruang bagi para pencinta layang-layang untuk berkreasi, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah. Sedikitnya lima unit sepeda listrik menjadi hadiah utama, ditambah 32 hadiah hiburan serta hadiah uang tunai.
Zaky berharap pelaksanaan festival tahun berikutnya dapat kembali mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Haji Lukman dan Pemerintah Kabupaten Tapin.
“Harapan kami tentu kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan semakin besar ke depannya,” katanya.
Sementara itu Bupati Tapin H. Yamani mengapresiasi terselenggaranya Festival Dandang Kabupaten Tapin 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kreativitas masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan serta melestarikan budaya daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapin, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Dandang tahun 2026 ini,” kata Yamani dalam sambutannya.
Ia menyebut festival tersebut dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal, sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkreasi dan berinovasi.
Yamani juga melihat kegiatan budaya seperti Festival Dandang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata Kabupaten Tapin.
Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang mampu menarik masyarakat dari berbagai daerah, maka semakin terbuka pula peluang bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif dan sektor pariwisata untuk ikut bergerak.
“Festival ini bukan sekadar ajang hiburan dan kreativitas, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan khazanah budaya daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Yamani mengajak masyarakat Tapin, terutama generasi muda, untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan budaya daerah.
Ia berharap Festival Dandang dapat menjadi momentum memperkuat kebersamaan, menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkenalkan Tapin sebagai daerah yang kaya akan budaya dan memiliki potensi pariwisata.
Kepada seluruh peserta, Yamani juga berpesan agar menampilkan kreativitas terbaik dengan tetap menjaga kerukunan dan kekompakan.
”Kita berharap Festival ini dapat terus berkembang menjadi agenda budaya dan pariwisata yang semakin dikenal, baik di Kalimantan Selatan maupun di daerah lainnya,” harapnya.
Festival Dandang tidak hanya menjadi tontonan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya para pencinta layang-layang sekaligus memperkenalkan salah satu kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Kabupaten Tapin kepada pengunjung dari berbagai daerah.

