RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin memperkuat upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Penyelenggaraan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (TB).
Kegiatan yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Grand Qin Banjarbaru, Kamis (5/11/2026), dibuka Wakil Bupati Tapin H. Juanda yang mewakili Bupati Tapin H. Yamani.
Dalam sambutannya, Juanda menegaskan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus fondasi penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas.

Menurutnya, program CKG menjadi langkah pemerintah untuk mendeteksi sejak dini berbagai faktor risiko dan masalah kesehatan, baik penyakit menular maupun tidak menular. Dengan pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh penanganan lebih cepat.
Selain CKG, Juanda juga menyoroti pentingnya penanggulangan tuberkulosis yang masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala TB, seperti batuk berkepanjangan selama dua minggu atau lebih, demam, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan, hingga tubuh mudah lelah.
“Seluruh tenaga kesehatan agar terus meningkatkan pelayanan, melakukan edukasi, memperluas jangkauan pemeriksaan, serta memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam penemuan dan pengobatan kasus TB,” pesannya.
Juanda berharap forum tersebut tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi mampu menghasilkan komitmen dan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tapin.
“Dengan masyarakat yang sehat, kita dapat mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Tapin,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Iskandar Kurniawan, menjelaskan FKP menjadi wadah komunikasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, komunitas, dan masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan CKG perlu didukung standar pelayanan yang jelas, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas rujukan tingkat lanjutan.
Di sisi lain, penanggulangan TB masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kasus yang belum terdeteksi, kepatuhan pasien menjalani pengobatan, penanganan TB resistan obat, hingga stigma terhadap penderita.
“Untuk mencapai target eliminasi TB tahun 2030, diperlukan strategi penemuan kasus secara aktif yang terintegrasi dengan penjangkauan komunitas,” jelasnya.
Melalui forum tersebut, Dinas Kesehatan Tapin menargetkan penyelarasan standar pelayanan CKG, penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penemuan kasus TB, optimalisasi pendampingan minum obat, serta penyusunan strategi edukasi untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, jajaran kesehatan, dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program CKG sekaligus mempercepat eliminasi TB di Kabupaten Tapin.

