BerandaHabar BanjarJejak Pelarian Pembunuh Siswi...

Jejak Pelarian Pembunuh Siswi SMK di Banjar Berakhir di Meja Biliar

Terbaru

Jejak Pelarian Pembunuh Siswi SMK di Banjar Berakhir di Meja Biliar

​MARTAPURA – Pelarian N.P (23) tidak berlangsung lama. Kurang dari 24 jam setelah melancarkan aksi kejinya terhadap seorang siswi SMK di kawasan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, pria asal Tapin ini berhasil diringkus pihak kepolisian pada Minggu (19/4/2026).

​Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (22/4/2026), Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, membeberkan kronologi penangkapan yang cukup dramatis. Pelaku terlacak berada di kediaman keluarganya di Tapin, tepatnya setelah ia bersantai sejenak di sebuah warung di Dusun Tampunan, Kecamatan Bungur.

​“Pelaku ditangkap seusai bermain biliar. Saat diamankan, sempat melakukan perlawanan, namun akhirnya mengakui perbuatannya karena barang bukti sudah kami kantongi,” ujar Kapolres.

​Tragedi ini bermula pada Minggu dini hari, ketika jasad korban berinisial R.E. (18) ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya yang berlokasi di Jalan Houling Km 71. Penemuan memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 Wita oleh sepupu korban yang curiga melihat pintu kamar mandi sedikit terbuka.

​Sebelum kejadian, R.E. diketahui masih menjalani aktivitas normal dengan bekerja paruh waktu di sebuah warung makan pada Sabtu malam. Namun, setelah jam kerja berakhir, korban menghilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumahnya sendiri.

​Berdasarkan hasil olah TKP dan penyelidikan intensif, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa insiden ini merupakan kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Dugaan ini diperkuat dengan raibnya sejumlah harta benda milik korban, termasuk sepeda motor dan smartphone.

​Pihak kepolisian yang bergerak cepat sejak menerima laporan pada pukul 03.40 Wita akhirnya berhasil menyatukan kepingan petunjuk yang mengarah kepada NP.

​Kini, N.P harus mempertanggungjawabkan perbuatan brutalnya di balik jeruji besi. Polisi telah menyiapkan pasal berlapis terkait pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang untuk menjerat tersangka. Sementara itu, jenazah korban telah diproses lebih lanjut untuk keperluan autopsi guna melengkapi berkas penyidikan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka