Harga Pangan di Kabupaten Banjar Fluktuatif, Minyak Goreng dan Cabai Jadi Sorotan
MARTAPURA – Di tengah isu kenaikan harga bahan pokok secara nasional, kondisi harga komoditas pangan di Kabupaten Banjar terpantau mengalami dinamika yang beragam. Meski beberapa barang mengalami kenaikan, Pemerintah Kabupaten Banjar menyebutkan bahwa secara umum kondisi harga masih terkendali dan tidak mengalami lonjakan yang ekstrem.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Banjar, Rachmad Ferdiansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya rutin memantau 20 item komoditas bahan pangan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di pasar.
Berdasarkan pendataan terbaru pada Selasa (21/4/2026), berikut adalah rincian harga beberapa komoditas penting di Kabupaten Banjar:
Beras Medium: Bertahan di harga Rp13.000/kg. Harga ini dinilai sangat stabil karena tidak menunjukkan perubahan sejak bulan lalu.
Ayam Ras: Mengalami tren penurunan yang awalnya sempat Rp.25.000/kg di bulan maret, sekarang menjadi Rp.23.000/kg. Stok ayam di Kabupaten Banjar dilaporkan masih surplus, sehingga harga cenderung stabil dan aman bagi konsumen.
Cabai Merah: Menjadi salah satu komoditas yang paling dinamis. Sempat menyentuh angka Rp50.000/kg pada minggu lalu, saat ini harga turun menjadi Rp40.000/kg.
Bawang Merah: Turun dari harga Rp45.000/kg pada minggu lalu menjadi Rp40.000/kg pada pekan ini.
Perhatian khusus tertuju pada harga minyak goreng kemasan yang menunjukkan tren naik-turun atau volatile. Rachmad menjelaskan bahwa harga minyak goreng sempat berada di angka Rp18.000/liter pada bulan lalu, kemudian melonjak ke Rp20.000/liter, dan kini sedikit melandai di angka Rp19.000/liter.
”Memang harus diakui minyak goreng ini mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Dari Rp18.000 ke Rp20.000, tapi alhamdulillah minggu ini ada penurunan Rp1.000 menjadi Rp19.000,” ujar Rachmad.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait inflasi, Rachmad menegaskan bahwa fluktuasi harga yang terjadi di Kabupaten Banjar masih dalam batas wajar. Meskipun ada beberapa komoditas yang rawan bergejolak, dampaknya belum mencapai level yang signifikan secara makro.
”Secara keseluruhan di Kabupaten Banjar ini masih aman. Kenaikan harga memang ada, tetapi tidak terlalu signifikan. Kami terus memantau komoditas yang bersifat volatile agar tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya.


