Sebulan Ungkap 6 Kasus, Polres Tanah Laut Musnahkan 1,1 Kg Sabu dan Klaim Selamatkan 28 Ribu Jiwa
Tanah Laut — Polres Tanah Laut memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat sekitar 1,1 kilogram hasil pengungkapan kasus selama kurun waktu satu bulan terakhir.
Pemusnahan dilakukan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Tanah Laut Ricky Boy Siallagan di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut, Rabu (22/4). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasatresnarkoba Iptu M. Firmansyah Baso serta Kasi Humas AKP Hari Setiawan, bersama awak media.
Kapolres menyampaikan, selama periode 21 Maret hingga 19 April 2026, Satresnarkoba berhasil mengungkap enam kasus peredaran narkotika dengan total tujuh tersangka, seluruhnya laki-laki.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sabu dengan berat bersih 1.151,93 gram. Sebanyak 1.150,55 gram dimusnahkan, sedangkan sisanya disisihkan untuk kepentingan uji laboratorium dan pembuktian di persidangan.
“Pengungkapan ini merupakan komitmen kami dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Tanah Laut,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, jika barang haram tersebut beredar di masyarakat, diperkirakan dapat membahayakan puluhan ribu orang.
“Dari hasil penyitaan ini, kami berhasil menyelamatkan sekitar 28.262 jiwa,” katanya.
Selain itu, nilai ekonomis barang bukti sabu tersebut diperkirakan mencapai Rp1,37 miliar.
Berdasarkan hasil penyidikan, para tersangka rata-rata berusia 30 hingga 50 tahun dengan latar belakang pendidikan mayoritas tidak tamat SD dan SMP.
Sementara itu, pekerjaan mereka beragam, mulai dari tidak bekerja, nelayan hingga pekerja swasta. Saat ini, empat perkara masih dalam proses penyidikan dan koordinasi dengan pihak kejaksaan.
Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus mengintensifkan upaya pencegahan dan penindakan, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam memerangi narkotika.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing, terutama terhadap pergaulan anak-anak, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba.
“Peran aktif masyarakat sangat penting untuk menyelamatkan generasi muda dan mewujudkan Tanah Laut yang bersih dari narkoba,” pungkasnya.


