BerandaHabar Tanah LautDipercaya Provinsi, Tala Bawa...

Dipercaya Provinsi, Tala Bawa Tiga KIM Desa ke Public Communication Summit 2026

Terbaru

Dipercaya Provinsi, Tala Bawa Tiga KIM Desa ke Public Communication Summit 2026

BANJARMASIN – Kabupaten Tanah Laut menjadi salah satu daerah yang dipercaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghadirkan perwakilan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) pada Public Communication Summit 2026 yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (3/6/2026).

Selain Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarbaru juga turut membawa perwakilan KIM dalam forum yang mengangkat tema penguatan komunikasi publik dan pengelolaan isu di era digital tersebut.

Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostasan) Kabupaten Tanah Laut mengikutsertakan tiga KIM yang berasal dari Desa Tirta Jaya, Desa Karang Rejo, dan Desa Banyu Irang.

Kepala Diskominfostasan Kabupaten Tanah Laut, Rika Amalia, S.STP., M.Si melalui Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfostasan Kabupaten Tanah Laut, Margareta Habibah, SST., M.I.Kom., mengatakan ketiga KIM tersebut dipilih karena merupakan para pemenang Kompetisi KIM Tingkat Kabupaten Tanah Laut Tahun 2025.

“Ketiga KIM ini merupakan juara satu, dua, dan tiga pada kompetisi KIM tingkat Kabupaten Tanah Laut tahun 2025. Selain itu, mereka juga selama ini aktif menjalankan organisasi KIM dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, terutama terkait kegiatan-kegiatan pemerintah desa,” kata Margareta.

Menurutnya, keikutsertaan KIM dalam kegiatan tingkat provinsi menjadi kesempatan bagi para pengurus untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik di lingkungan masyarakat.

Ia menjelaskan, KIM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Keberadaan KIM juga dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah desa dan warga.

Saat ini, Kabupaten Tanah Laut memiliki sebanyak 20 Kelompok Informasi Masyarakat yang tersebar di berbagai desa. Meski demikian, pengembangan KIM di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan.

Margareta mengungkapkan, keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu kendala utama dalam optimalisasi peran KIM. Selain itu peran serta masyarakat juga masih belum maksimal.

Selain persoalan SDM, keterbatasan pendanaan juga menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah KIM dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan di tingkat desa.

“Untuk teman-teman yang benar-benar aktif menjalankan fungsi KIM, tantangan berikutnya adalah pendanaan. Dukungan anggaran untuk kegiatan-kegiatan KIM masih menjadi kendala yang cukup sering dihadapi,” tambahnya.

Meski demikian, Margareta menilai perkembangan literasi digital masyarakat desa saat ini sudah semakin baik. Menurutnya, masyarakat hingga tingkat pedesaan kini semakin akrab dengan teknologi digital dan media sosial.

“Kalau untuk literasi digital, saya rasa masyarakat sampai ke pedesaan sekarang sudah cukup melek digital. Banyak yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan konten dan pemanfaatan media sosial,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan ke depan bukan lagi sebatas kemampuan menggunakan teknologi digital, melainkan bagaimana memperkuat organisasi KIM agar dapat berjalan lebih aktif, terstruktur, dan berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam Public Communication Summit 2026, Diskominfostasan Kabupaten Tanah Laut berharap KIM dapat semakin berkembang sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat hingga tingkat desa.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka