BANJARMASIN – Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mengharumkan nama kampus di tingkat internasional. Tiga mahasiswa Farmasi ULM berhasil meraih Gold Medal, Best Essay, dan Best Presentation pada ajang World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) 2026.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Ira Qadariah, Naifah Azzahra, dan Salsabila Khairunnisa. Kompetisi internasional tersebut diselenggarakan oleh Cakap Riset to Encourage Students and University Scholars bekerja sama dengan Universitas PGRI Yogyakarta.
Pelaksanaan lomba berlangsung dalam dua tahap, dimulai dengan pengumpulan paper essay pada 15 Maret 2026, kemudian dilanjutkan presentasi daring pada 16 Mei 2026.
Ketua tim, Ira Qadariah, menjelaskan proses penyusunan karya dilakukan melalui berbagai tahapan mulai dari penentuan tema, pengumpulan referensi jurnal ilmiah, hingga pembagian tugas antaranggota tim.
Menurutnya, referensi ilmiah sangat membantu dalam menyusun konsep inovasi yang dituangkan dalam paper, termasuk penentuan komposisi, dosis, metode pengujian, dan aturan penggunaan produk yang ditawarkan.
“Jurnal-jurnal tersebut sangat membantu kami dalam menentukan dosis, komposisi, metode pengujian, hingga aturan pakai dari sediaan yang kami tawarkan dalam paper,” ujarnya.
Ia mengakui proses pengerjaan karya ilmiah sempat menghadapi tantangan, terutama dalam mengatur waktu karena masing-masing anggota memiliki jadwal perkuliahan dan aktivitas yang berbeda.
Namun demikian, dukungan dari Jurusan Farmasi ULM dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan tim, baik melalui pendampingan dosen maupun pelatihan presentasi yang difasilitasi pihak jurusan.
“Semangat dan dukungan dari jurusan membuat kami bertekad memberikan hasil terbaik, bukan hanya untuk universitas tetapi juga bagi diri kami sendiri,” katanya.
Ira menambahkan, partisipasi dalam kompetisi internasional tersebut memberikan pengalaman berharga bagi tim untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan komunikasi ilmiah di tingkat global.
“Mudah-mudahan esai yang kami buat dapat membuka wawasan para inovator lain untuk mewujudkan ide yang telah kami gagas,” tutupnya.


