KOTA TINGGI, MALAYSIA – Suasana pagi di FELDA Gugusan Adela, Kota Tinggi, Johor, menyambut kedatangan rombongan dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam rangka program International Community-Based Learning (ICBL) bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan komunitas FELDA.
Program yang berlangsung pada 27 April hingga 9 Mei 2026 tersebut menjadi ajang kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan, budaya, lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Indira Fitrialini, S.Pi., M.Si., dengan Ners Imran Pashar, S.Kep., M.Kep., sebagai koordinator dan pengawas lapangan. Tim ULM berkolaborasi dengan tim multidisipliner UTM dan Fakultas Built Environment and Surveying untuk menghadirkan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian berlangsung di dapur komunitas FELDA Adela saat warga memperkenalkan telur pindang, kuliner tradisional khas Johor. Dipandu H. Ismail, pemukim generasi awal FELDA, para peserta tidak hanya belajar proses memasak, tetapi juga memahami nilai budaya dan sosial di balik hidangan yang identik dengan perayaan adat dan kebersamaan masyarakat.
“Melihat proses pembuatan telur pindang langsung dari warga memberi kami perspektif baru tentang bagaimana kuliner menjadi pengikat sosial,” ujar salah satu dosen ULM peserta kegiatan.
Di bidang lingkungan, tim ULM bersama warga menggelar lokakarya pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan larutan Effective Microorganisms (EM) dan fermentasi molase. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah ramah lingkungan dan pemanfaatannya bagi pertanian rumah tangga.
Kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon serta program ziarah kasih ke rumah warga penderita penyakit kronis juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pendekatan holistik kepada masyarakat.
Sementara itu, di Sekolah Kebangsaan FELDA Adela, tim ULM memperkenalkan kain sasirangan khas Kalimantan Selatan kepada 21 siswa melalui praktik mengikat dan mewarnai kain. Kegiatan tersebut menjadi sarana pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan warisan tradisional Indonesia kepada generasi muda Malaysia.
Edukasi kesehatan dan literasi turut menjadi fokus kegiatan. Mulai dari praktik cuci tangan bagi anak usia dini, pengenalan peta, seminar literasi, hingga pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi hampir 100 warga di Wisma FELDA Tunggal.
Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan dasar, konseling kesehatan, serta edukasi pencegahan penyakit guna meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan primer.
Pada 7 Mei 2026, program pemberdayaan ekonomi masyarakat dilanjutkan melalui seminar Smart Branding for Smart Businesses bagi pelaku UMKM FELDA Adela. Seminar tersebut membahas strategi penguatan merek, desain kemasan, hingga pemanfaatan promosi digital guna meningkatkan daya saing produk lokal di era ekonomi digital.
Program kemudian ditutup pada 8 Mei dengan kegiatan daur ulang kreatif bersama sekitar 50 siswa SK LKTP Kledang. Para siswa memanfaatkan botol plastik bekas menjadi aksesori gelang sambil belajar pentingnya menjaga lingkungan melalui konsep daur ulang.
Ketua tim kegiatan, Dr. Indira Fitrialini, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pimpinan universitas terhadap pelaksanaan program internasional tersebut.
“Terima kasih kepada Prof Rektor dan seluruh pimpinan atas dukungannya terhadap kegiatan ini. Kita berdiri terhormat bersama universitas ternama di Malaysia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran ULM di FELDA Gugusan Adela tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat posisi universitas sebagai mitra regional yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Program ICBL menjadi wujud komitmen ULM sebagai kampus berdampak yang hadir langsung di tengah masyarakat melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Selain mempererat hubungan akademik Indonesia dan Malaysia, program ini juga diharapkan mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.


