BerandaDPRD KaltimMomen Halal Bihalal di...

Momen Halal Bihalal di Odah Etam Jadi Simbol Penguatan Sinergi Pembangunan Kaltim

Terbaru

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak begitu terasa dalam acara Halal Bihalal yang digelar di Pendopo Odah Etam, kediaman resmi Gubernur Kalimantan Timur. Acara ini menjadi momen istimewa yang mempertemukan berbagai unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan dari seluruh penjuru Kalimantan Timur. Dalam nuansa silaturahmi pasca-Idulfitri tersebut, hadir berbagai tokoh penting baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar perayaan, melainkan wadah memperkuat sinergitas dan komitmen bersama dalam membangun daerah.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Ia tampak didampingi oleh sejumlah anggota legislatif lainnya seperti Sapto Setyo Pramono, Abdul Giaz, dan Fadly Imawan. Kehadiran para legislator ini mencerminkan semangat kolaboratif antara unsur legislatif dan eksekutif dalam mendukung arah pembangunan daerah yang merata dan berkeadilan.

Acara ini juga dihadiri oleh para kepala daerah dan pimpinan DPRD dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur, termasuk Bupati dan Ketua DPRD Paser, Wali Kota dan pimpinan DPRD Balikpapan, serta Bupati dan pimpinan DPRD Penajam Paser Utara. Tak ketinggalan, jajaran pejabat tinggi dari instansi vertikal turut hadir, seperti Pangdam VI/Mulawarman, Kapolda Kalimantan Timur, serta para pejabat dari lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim. Tokoh agama dan perwakilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga hadir, menambah kekuatan simbolis dari semangat persatuan dan kerja sama lintas sektor yang dibangun dalam kegiatan ini.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bersama istri menyambut hangat setiap tamu undangan yang hadir. Dengan sikap ramah dan penuh kekeluargaan, keduanya menjadi tuan rumah yang memfasilitasi terciptanya suasana penuh persaudaraan antar unsur pemerintah dan masyarakat. Dalam sambutannya, Rudy Mas’ud menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota, sebagai kunci utama untuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Menurutnya, masih terdapat berbagai tantangan nyata yang dihadapi oleh masyarakat di sejumlah wilayah, terutama di daerah pedalaman dan perbatasan. Isu-isu seperti tingginya harga kebutuhan pokok, keterbatasan akses infrastruktur, dan kondisi jalan yang belum memadai masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan secara bersama.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyambut baik pernyataan Gubernur tersebut. Ia memberikan apresiasi terhadap inisiatif Gubernur yang tidak hanya menjadikan Halal Bihalal sebagai ajang seremonial, melainkan juga sebagai forum komunikasi strategis dalam membangun kesadaran kolektif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan secara bersama. Dalam tanggapannya, Hasanuddin menekankan bahwa sinergi lintas level pemerintahan—mulai dari eksekutif di tingkat provinsi hingga ke tingkat kabupaten/kota, dan tentu saja unsur legislatif—merupakan elemen penting dalam mewujudkan pembangunan yang merata.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya membangun infrastruktur konektivitas yang mampu menjawab persoalan geografis di Kalimantan Timur. Menurutnya, pembangunan akses jalan baru yang bisa memangkas jarak dan waktu tempuh antarwilayah akan sangat signifikan dalam menurunkan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, dan membuka akses layanan dasar bagi masyarakat di pelosok. “Jika akses jalan ke wilayah-wilayah terpencil bisa ditingkatkan, maka kita tidak hanya menyelesaikan satu persoalan, tetapi juga membuka banyak peluang bagi pembangunan ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Lebih jauh, Hasanuddin menegaskan bahwa kerja sama antara eksekutif dan legislatif harus terus diperkuat, tidak hanya dalam tataran koordinasi anggaran, tetapi juga dalam penyusunan dan pengawalan kebijakan strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat sipil, dalam memastikan bahwa arah pembangunan di Kalimantan Timur tetap inklusif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Kegiatan Halal Bihalal di Pendopo Odah Etam ini pun menjadi simbol kuat atas semangat persatuan yang terus dijaga di antara para pemimpin daerah. Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, tampak jelas bahwa komunikasi antar pemangku kepentingan terus dibangun dengan harapan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan. Kegiatan ini juga memperkuat pesan bahwa kebersamaan adalah modal sosial utama untuk menata masa depan Kalimantan Timur yang lebih maju, merata, dan berkeadilan. (adv)

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka