Pemkab Banjar Optimalkan Kapasitas Pengelolaan Arsip, Targetkan Tembus Tiga Besar Nasional
BANJARBARU – Guna menciptakan sistem pengarsipan yang lebih akuntabel dan berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Kapasitas Kearsipan. Acara ini berlangsung di Hotel Aeris, Kota Banjarbaru, pada Selasa (23/6/2026) pagi.
Mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Unit Kearsipan dan Unit Pengolah dalam Mewujudkan Tata Kelola Arsip yang Akuntabel dan Berkelanjutan”, rakor ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Banjar dengan menghadirkan pakar dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai narasumber.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dian Marliana yang hadir mewakili Bupati Banjar H. Saidi Mansyur dengan didampingi oleh Kepala Dispersip Banjar, Hj. Kencana Wati.
Dalam paparannya, Dian Marliana menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tata kelola kearsipan. Hal ini dinilai sangat vital karena berdampak langsung pada indeks pengawasan kearsipan dan tingkat kepatuhan daerah terhadap Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) dari pemerintah pusat.
“Keberhasilan ini tentu saja tidak bertumpu pada Dispersip saja, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif unit kearsipan di tingkat dinas dan unit pengolah di setiap bidang atau seksi,” tegasnya.
Dian tidak mengelak bahwa saat ini masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, mulai dari penataan dokumen yang belum seragam hingga pemanfaatannya yang belum maksimal untuk menunjang layanan kepada masyarakat. Untuk menyiasati hal tersebut, Pemkab Banjar memfokuskan perbaikan pada beberapa aspek kunci:
Transformasi pola pikir aparatur.
Peningkatan sinergi menyeluruh antar-instansi.
Percepatan adopsi aplikasi Srikandi.
Kepatuhan terhadap empat instrumen pokok kearsipan.
Perlindungan ketat terhadap arsip vital dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dispersip Banjar, Hj. Kencana Wati, menekankan pentingnya peran unit pengolah di masing-masing SKPD. Menurutnya, arsip bukanlah sekadar tumpukan kertas, melainkan bukti autentik dari jalannya roda pemerintahan.
Kerja keras Pemkab Banjar sejauh ini telah membuahkan hasil manis. Berdasarkan evaluasi ANRI, tata kelola kearsipan Kabupaten Banjar sukses menembus posisi lima besar di tingkat nasional.
“Untuk hasil audit kearsipan tahun lalu, sampel yang diambil dari sepuluh SKPD di Kabupaten Banjar menunjukkan hasil yang positif, dengan rata-rata nilai “B” dan bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih nilai “A”,” ungkap Kencana Wati.
Berbekal tren positif ini dan dukungan kolaborasi dari berbagai pihak, Pemkab Banjar mematok target ambisius untuk bisa menembus tiga besar nasional pada tahun ini.
Pencapaian Kabupaten Banjar turut mendapat acungan jempol dari Arsiparis Ahli Muda ANRI, Andriea Salamun. Ia menilai inisiatif rakor ini adalah bukti nyata komitmen daerah dalam membangun sistem administrasi yang lebih modern.
Secara khusus, Andriea memuji langkah Kabupaten Banjar yang dinilai sukses menjadi pelopor Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), di mana lonjakan transaksi digital daerah tersebut sangat terlihat pada dashboard pusat.
“Kabupaten Banjar menjadi salah satu pemerintah daerah yang pertama kali menggunakan aplikasi Srikandi. Hal itu terlihat dari tingginya transaksi kearsipan elektronik melalui aplikasi tersebut, sehingga menunjukkan komitmen Pemkab Banjar dalam pengelolaan arsip secara elektronik sudah sangat baik,” papar Andriea.
Ke depan, melalui sinergi yang solid antara SKPD, Dispersip, dan pengawasan ANRI, Kabupaten Banjar diharapkan mampu mengulang kejayaan tahun 2022 saat mereka meraih peringkat pertama tata kelola kearsipan se-Provinsi Kalimantan Selatan.
“Lebih dari sekadar dokumen administratif, arsip yang dikelola dengan baik diharapkan dapat berfungsi sebagai memori kolektif daerah yang bernilai informasi dan dapat diakses manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya menutup sesi.


