Satpol PP Dan Damkar Kotabaru Luncurkan SIKOMPAK Tingkatkan Ketanggapan Bencana, Satu Pintu Lewat WhatsApp
KOTABARU – Dalam upaya memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan situasi darurat. Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kotabaru kini telah resmi menghadirkan (SIKOMPAK) (Sinergi Kolaborasi Multipihak untuk Aksi Ketanggapan). Inovasi ini dirancang sebagai pusat integrasi berbasis satu pintu guna mempercepat respons dan koordinasi penanganan laporan kedaruratan di masyarakat.
Melalui program SIKOMPAK, seluruh elemen multipihak—mulai dari pemerintah, lembaga penyelemat, relawan, hingga sektor swasta—diintegrasikan ke dalam satu jaringan kerja yang solid. Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi penanganan darurat, sehingga bantuan dan aksi tanggap di lapangan dapat disalurkan secara lebih cepat, tepat, dan akurat.
Yudi Ridhani kepala Saltpol PP dan Damkar Kotabaru mengatakan Masyarakat kini dapat melaporkan segala bentuk kejadian yang memerlukan aksi ketanggapan darurat secara langsung melalui nomor resmi WhatsApp (WA) di 0822-8888-1950. Melalui sistem satu pintu. Dan masyarakat bisa bisa memberika data lokasi dan jenis kejadian agar tim bisa bertindak dengan cepat dan tepat kesasaran yang di tuju.Senin (28/9/2026) di ruang kerjanya
“Setiap laporan yang masuk akan langsung diverifikasi dan diteruskan ke pihak terkait sesuai dengan jenis kedaruratan yang terjadi. Hadirnya nomor komunikasi tunggal ini diharapkan dapat menjadi solusi atas hambatan komunikasi yang sering terjadi saat situasi kritis”, ucap Yudi Rindhani
Dengan integrasi berbasis teknologi penyeranta (chat) yang akrab di masyarakat, SIKOMPAK memastikan bahwa setiap suara dan laporan warga dapat segera direspons oleh pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Salah seorang masyarakat Kotabaru Budi Santoso mengungkapkan bahwa kehadiran SIKOMPAK membawa perubahan besar bagi rasa aman warga.
“Sebelum adanya SIKOMPAK, kami sering bingung berkoordinasi saat ada kejadian darurat.
Sekarang, dengan adanya No Wasap “SIKOMPAK” (0822-8888-1950) sinergi yang melibatkan masyarakat, aparat, dan relawan, penanganan jadi jauh lebih cepat dan terorganisasi,” ujarnya saat diwawancara
Penulis M.Nasaruddin
