Martapura – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar H Yudi Andrea menegaskan bahwa terciptanya keamanan dan ketertiban di daerah merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata menjadi tugas aparat keamanan.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel kerja gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (3/8/2026).
Apel yang dipersiapkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar itu diikuti para pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional ahli madya dan ahli muda, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Dalam arahannya, Yudi Andrea mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat sebagai upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Saya meminta komunikasi dan koordinasi terus dibangun dengan pemerintah desa, kecamatan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat. Pemkab Banjar berkomitmen memperkuat sinergi dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yudi, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas daerah sekaligus mendukung kelancaran pelayanan publik kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Banjar juga menyerahkan penghargaan beserta uang pembinaan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terbaik se-Kabupaten Banjar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan desa dalam mengembangkan usaha yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
BUMDes Karya Baimbai dari Desa Pamangkih Darat, Kecamatan Tatah Makmur, berhasil meraih predikat BUMDes terbaik pertama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, M Hafizh Anshari, mengatakan penilaian BUMDes dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana evaluasi terhadap perkembangan badan usaha milik desa di seluruh Kabupaten Banjar.
“Kami ingin melihat bagaimana BUMDes itu berjalan, mulai dari pengelolaan aset, administrasi, kepengurusan, hingga sejauh mana mampu meningkatkan pendapatan asli desa,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan BUMDes diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa.
Sementara itu, Pambakal Desa Pamangkih Darat, Jumberi, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih BUMDes Karya Baimbai. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi pengelola untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha desa.
Saat ini, BUMDes Karya Baimbai mengelola empat unit usaha, yakni distribusi gas elpiji 3 kilogram bagi masyarakat, pengelolaan pasar desa, usaha jual beli gabah, serta pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang dalam waktu dekat akan direalisasikan.
Melalui pengembangan berbagai unit usaha tersebut, BUMDes Karya Baimbai diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa, membuka peluang usaha bagi masyarakat, serta menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Banjar.
