RANTAU – Turnamen Balogo se-Kabupaten Tapin digelar meriah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.
Kegiatan yang difasilitasi bersama para pegiat olahraga tradisional tersebut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus pembinaan atlet olahraga rekreasi di Kabupaten Tapin.
Ketua Umum KORMI Kabupaten Tapin, Fatahillah Akbar, mengatakan turnamen balogo bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga momentum memperkuat eksistensi olahraga tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menjaga olahraga tradisional tetap berkembang sekaligus menjadi wadah pembinaan menuju ajang yang lebih besar seperti FORDA 2027,” ujarnya.
Turnamen tersebut diikuti puluhan tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tapin dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan komunitas olahraga rekreasi.
Tercatat sebanyak 22 tim kategori putra dan 14 peserta putri kategori perorangan ikut ambil bagian dalam pertandingan yang berlangsung penuh semangat sportivitas.
Menurut Fatahillah, balogo sebagai salah satu olahraga tradisional khas Banua memiliki nilai budaya sekaligus mampu menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat.
“Antusias peserta menunjukkan olahraga tradisional masih sangat diminati. Ini menjadi modal penting untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan,” katanya.
Selain menjadi bagian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara komunitas olahraga rekreasi dan berbagai pihak dalam mengembangkan potensi atlet daerah.
Ke depan, KORMI Tapin menargetkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam olahraga rekreasi sehingga dapat melahirkan prestasi sekaligus menjaga warisan budaya daerah tetap lestari.
“Harapan kami olahraga rekreasi di Tapin terus tumbuh dan nantinya mampu berbicara di tingkat daerah maupun nasional,” tutupnya.


