Banjar – Sebanyak 565 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas IIA Martapura, menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang khusus disediakan oleh KPU Kabupaten Banjar pada Pemilu serentak 2024.
Mereka menyalurkan hak suara pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) lokasi khusus yang ada di Lapas Perempuan kelas IIA Martapura, Rabu (14/2/2024).
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, Lilis Yuaningsih mengatakan, untuk di Lapas Perempuan Martapura, hanya 432 orang yang mendapatkan hak suara.
“Dari 565, hanya 432 yang mendapat hak suara, 96 orang yang tidak mendapatkan hak pilih karena tidak memiliki NIK, dan tidak terdaftar sebagai DPTB,” ungkapnya.
Lanjut Lilis, ia pun juga ikut memilih di TPS yang ada di Lapas.
“Karena domisili saya ada di Bandung, saya hanya menerima Hak pilih untuk Presiden RI saja,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini berlangsung tertib dan lancar.
“Dalam pelaksanaannya alhamdulillah lancar dan tertib, dan untuk atribut yang mereka gunakan, mereka punya seragam sendiri, baju warna biru untuk Napi, karena itu memang kewajiban mereka, jika keluar Blok tidak menggunakan baju itu ya maka akan di kenalan pelanggaran,” kata Lilis.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan, untuk sistem pemilihan di Lapas yakni per blok, yang mana dalam 1 blok ada 100 lebih pemilih, sehingga sistemnya bergantian, hal ini dikarenakan pengamanan yang terbatas.
“Jadi dari 565 orang ini hanya di jaga 11 orang, tapi kita juga dibantu oleh seluruh staff di sini karena memang mereka hari ini hadir semua, tidak ada libur,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang pemilih ML (51) berdomisili Banjarmasin Barat, salah satu warga binaan Lapas mengatakan, hal ini pertama kali dirinya menggunakan hak suara di Lapas.
“Untuk proses pemindahan pemilih ini sudah diatur sama pihak Lapas, jam sepuluhan lebih saya mencoblos tadi,” tuturnya.
Lanjutnya, untuk kesan pertama pencoblosan ini ia merasa senang, yang membedakan hanya tempatnya saja.
“Saya senang artinya suara kami ini ada haknya untuk memilih, dan kami memilih sesuai hati nurani saja,” pungkasnya.
Penulis Yanti
Editor AS Pemil


