Kuala Kapuas – Panen Raya Padi Bersama Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran dan Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, dikawasan sentra produksi pangan Desa Terusan Raya, Terusan Makmur, Terusan Mulya Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Acara dihadiri, Wagub Edy Pratowo, Wabup Dodo, OPD Provinsi, Balai jalan dan Pengairan, Dirut Kementerian, Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah Usis I Sangkai, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Ketua DPRD Kapuas Ardiansah, Anggota DPRD Kapuas, dapil 1 dan V, Dirut Bank Kalteng Kapuas Taufan Indrayana, Camat, Kades beserta Stakeholder terkait.
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, dalam sambutannya mengatakan, Kecamatan Bataguh ada 14 desa satu kelurahan dan 3 desa transmigrasi, Terusan karya, Terusan Mulya dan Terusan Makmur.

Luas yang dipanen raya pada saat ini, 3.800 hektare di 3 desa. Jadi luas petensial satu Kecamatan Bataguh hampir 15 ribu hektare, dan yang dipanen pada saat ini, 3.800 hektare, dengan produksi rata-rata 6, 5 ton per hektare, yang mampu menghasilkan 47.000 ronngabah kering giling pertahun.
Ia juga sampaikan kepada Gubernur, hampir 50 tahun masyarakat di Desa Terusan menjadi sektor pertanian, belum ada jalan darat. Ini yang dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Bataguh, belum pernah terealisasi.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran pak Gubernur, setelah melihat kondisi seperti ini, ditahun akan datang bisa kita programkan dari provinsi dan Kabupaten,” ujarnya.
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pertanian, Alhamdulillah kita sudah mendapat bantuan Combine 25 unit, Rotavator untuk cetak sawah 10 unit.
“Kita berharap, kedepannya dari kementerian, Rotavator lebih ditingkatkan, karna untuk cetak sawah lahan kita sudah jadi, mudah-mudahan bantuan dari Kementerian Pertanian bisa memperluas lahan, karna masih banyak yang belum tergarap,” ujar Wiyatno.
Ditempat yang sama, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran mengatakan, pertanian yang menjadi salah satu program selain pendidikan, imprastruktur, kesehatan sosial.
“Masalah pupuk, diharapkan tidak ada pihak ketiga, supaya mereka bekerja aman dan nyaman itu intinya. Kemi selalu bersinergi, berkolaborasi serta bergotong royong,” ujarnya. (Her)


