Kotabaru – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kotabaru selama dua hari berturut-turut menyebabkan banjir di beberapa wilayah, termasuk Desa Semayap dan Desa Dirgahayu. Genangan air merendam rumah-rumah warga dan akses jalan, membuat aktivitas warga terganggu.
Ketua RT 06 Desa Semayap, Abah Sigit, mengatakan bahwa banjir kali ini membuat banyak warga kesulitan beraktivitas karena air sudah masuk ke dalam rumah.
“Air mulai naik sejak dini hari dan terus bertambah hingga siang. Banyak warga yang terpaksa mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kepala Desa Gunung Ulin, Muhammad Penganten, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penyebab utama luapan air adalah aliran sungai yang tidak stabil akibat tersumbat sampah, batang pohon, dan sedimentasi.
Warga berharap ada solusi permanen untuk mengatasi banjir ini. Mereka mengharapkan Pemerintah Kabupaten Kotabaru melakukan langkah penanganan, seperti membangun jembatan yang lebih tinggi dan melakukan pengerukan sungai.


