Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru meresmikan lima unit Bank Sampah Induk yang tersebar di setiap kecamatan pada Selasa (16/9/2025) sebagai langkah memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Sirajoni, menjelaskan keberadaan bank sampah induk diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengolahan sampah di daerah tersebut.
“Dengan pertambahan bank sampah ini, pengolahan sampah di Kota Banjarbaru diharapkan berjalan lebih baik, sehingga kebersihan dan kesehatan masyarakat juga terjaga. Saat ini ada 86 bank sampah unit, dan tambahan lima bank sampah induk yang tersebar di masing-masing kecamatan,” ujarnya,
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sudah semakin baik, meski sempat menurun saat pandemi.
“Pasca COVID, banyak bank sampah yang berhenti beroperasi. Sekarang harus kita hidupkan kembali seiring dengan target pengelolaan sampah kita, yaitu 30 persen berkurang, 70 persen tertangani,” tambah Sirajoni.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menekankan pentingnya kehadiran bank sampah sebagai bagian dari strategi tata kelola lingkungan.
“Kehadiran 86 bank sampah unit yang telah berjalan dan ditambah lima bank sampah induk di setiap kecamatan yang diresmikan hari ini merupakan bagian dari strategi memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ucapnya.
Lima Unit Bank Sampah Induk yang diresmikan ini tersebar di tiap kecamatan Kota Banjarbaru, yaitu Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Landasan Ulin, Liang Anggang, dan Cempaka.
“Bank Sampah Induk akan berfungsi sebagai pusat koordinasi, pembinaan, dan pengelolaan, sehingga keberadaan bank sampah unit tingkat kelurahan dan lingkungan lebih terarah dan terintegrasi,” tambahnya.
Ia menjabarkan, pengelolaan sampah yang baik akan mendukung terwujudnya visi pembangunan kota.
“Melalui pengelolaan sampah yang baik, kita ingin mewujudkan kota yang elok dengan lingkungan bersih, kota yang maju dengan pengelolaan sampah modern dan bernilai ekonomis, kota yang adil dengan fasilitas merata, serta kota yang sejahtera karena masyarakat hidup dalam lingkungan nyaman dan lestari,” ujarnya.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, baik melalui bank sampah, kader lingkungan, maupun kegiatan peduli lingkungan lainnya. Tanpa partisipasi masyarakat, program ini tidak dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.


