BerandaHabar BanjarbaruDishub Banjarbaru Siapkan Rekayasa...

Dishub Banjarbaru Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sistem One Way Jelang Peringatan 5 Rajab

Terbaru

Banjarbaru — Menjelang pelaksanaan Peringatan 5 Rajab, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru mulai menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan arus jamaah yang diperkirakan akan meningkat tajam.

Rencana penerapan sistem satu arah (one way) akan diberlakukan di beberapa ruas jalan utama Kota Banjarbaru.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Banjarbaru, Adi Royan, saat ditemui di kantornya pada Selasa (11/11/2025).

Menurut Adi Royan, pola pengaturan lalu lintas tahun ini tidak jauh berbeda dengan skema yang diterapkan pada tahun sebelumnya.

“Pada saat kedatangan jamaah, jalur akan dibuka seperti biasa tanpa rekayasa khusus. Namun, saat kepulangan nanti, seluruh ruas jalan utama yang menuju keluar kota akan diberlakukan sistem satu arah,” jelasnya.

Adi menyebut, jalur utama yang akan diterapkan sistem one way mencakup:

Dari Bundaran Ahmad Yani menuju arah Banjarmasin hingga perbatasan Kota Banjarbaru (depan Citra Graha).

Jalan Trikora hingga Bundaran Palam, dengan kemungkinan diperpanjang sampai perempatan LIK Liang Anggang, tergantung situasi lalu lintas.

Bundaran Simpang Empat menuju Karang Intan, sebagai akses keluar menuju Batu Licin dan Kotabaru.

Jalan Mistar Cokrokusumo hingga Kelurahan Bangkal, tepatnya di pertigaan menuju Palam dan Amanah Borneo Park.

Dishub Banjarbaru juga akan menurunkan sekitar 230 personel untuk mengatur lalu lintas selama puncak kegiatan. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dari kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan untuk menambah dukungan personel dan sarana pendukung seperti water barrier dan mobil derek.

“Tahun lalu, beberapa kabupaten ikut membantu pengaturan lalu lintas. Tahun ini kami kembali memohon dukungan personel dan fasilitas dari mereka,” kata Adi.

Dishub juga menyiapkan armada angkutan pendukung, termasuk bus besar dan kecil berkapasitas 16–25 orang, serta mobil pelajar yang akan digunakan sebagai shuttle gratis bagi jamaah.

“Kami juga sedang berkoordinasi dengan penyedia feeder Trans Banjarbaru agar dapat berkolaborasi memberikan layanan transportasi gratis untuk masyarakat selama acara berlangsung,” tambahnya.

Ia menambahkan, Dishub Banjarbaru juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Kabupaten Banjar dan Bandara Syamsuddin Noor, mengingat tahun sebelumnya sempat terjadi keterlambatan jamaah yang hendak menuju bandara akibat kemacetan parah di jalur Martapura–Banjarbaru.

“Kami juga akan berkoordinasi lebih awal agar hal serupa tidak terulang. Tujuannya agar arus jamaah dan pengguna jalan lain tetap lancar, baik yang menuju acara maupun aktivitas reguler di kota,” ucapnya

Sementara itu, Ramadani, salah seorang driver ojek online di Banjarbaru, mengaku kemungkinan besar aktivitasnya akan terganggu oleh penerapan sistem one way.
Namun, ia tetap memahami kebijakan tersebut sebagai langkah untuk menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan keagamaan besar tersebut.

“Tahun lalu saya sempat terjebak one way yang panjang, jadi harus memutar jauh untuk sampai ke pelanggan. Akhirnya terlambat. Tapi mau bagaimana lagi, ini kan demi kelancaran acara 5 Rajab dan kebaikan bersama,” ujarnya.

Ia berharap tahun ini pengaturan bisa lebih terkoordinasi sehingga tidak terlalu menghambat warga yang bekerja di jalan.

“Semoga petugas bisa kasih informasi lebih cepat, biar kami bisa antisipasi jalur alternatif,” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka