BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Program Keluarga SIGAP menggelar Workshop Program SIGAP di Hotel Rodhita, Banjarbaru, Selasa (11/11/2025) pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini dihadiri oleh para camat, kepala desa, serta perwakilan puskesmas dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar.
Workshop ini menjadi bagian dari strategi exit program SIGAP yang telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. Program tersebut berfokus pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, serta edukasi terkait konsumsi makanan bergizi.
Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany, menyampaikan bahwa program SIGAP telah membantu pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan kesehatan.
“Harapannya, di tingkat desa program ini bisa direplikasi, terutama intervensi seperti cuci tangan pakai sabun dan edukasi makanan bergizi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Banjar akan mempertimbangkan untuk memperluas cakupan program ini dengan mengintegrasikannya ke dalam program kesehatan yang sudah ada, seperti PHBS dan percepatan penurunan stunting.
“Sepanjang ini menjadi suatu kebaikan, tentu akan kita kolaborasikan dengan program-program yang sudah berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Widya Wiri Utami, menuturkan bahwa hasil evaluasi awal menunjukkan adanya peningkatan pada beberapa indikator kesehatan masyarakat.
“Dalam tiga tahun terakhir, cakupan imunisasi mengalami peningkatan, begitu juga dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun. Namun untuk perbaikan gizi masih perlu evaluasi bersama,” jelasnya.
Menurut dr. Widya, tantangan terbesar pasca berakhirnya program SIGAP adalah menjaga keberlanjutan perubahan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan workshop yang berlangsung dua hari ini juga bertujuan untuk memperkuat komitmen para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan dan desa.
“Kita menghadirkan pambakal, camat, dan kepala puskesmas agar bersama-sama berkomitmen melanjutkan kegiatan ini di masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap agar para kader kesehatan yang telah dilatih selama program SIGAP dapat terus berperan aktif mendukung target pembangunan kesehatan daerah, terutama dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa.


