Banjarbaru — Pemerintah Kota Banjarbaru berikan apresiasi kepada pelaku usaha mikro melalui gelaran UMKM Award Kota Banjarbaru Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Sabtu (29/11/2025) siang. Acara ini menampilkan ragam karya UMKM lokal, mulai dari produk kuliner, tas, kriya, aksesori, hingga fashion bertema sasirangan.
Sebanyak 130 UMKM mengikuti proses penjaringan, dan setelah penilaian ketat berdasarkan kepatuhan perizinan, kualitas kemasan, branding, serta omzet, panitia menetapkan 9 UMKM terbaik dari tiga kategori utama, yaitu Kuliner, Fashion, dan Kriya.
Kategori Kuliner:
- Abba Coklat, Juara 1
- Her Borneo, Juara 2
- Mayang Food, Juara 3
Kategori Fashion:
- Shanum, Juara 1
- Decawan, Juara 2
- RF Sasirangan, Juara 3
Kategori Kriya:
- Chanua, Juara 1
- Rabita, Juara 2
- Hand Joe, Juara 3
Selain itu, terdapat 6 UMKM yang dinyatakan naik kelas, yaitu:
Mama Khas Banjar, Atun Cempaka Sasirangan, Anak Kayu, Mai Mai by Maya, Moro Production, dan NDF Sasirangan.
Acara juga diiringi dengan fashion show karya UMKM lokal yang diperagakan oleh para talenta muda Banjarbaru. Selain itu, ditawarkan juga berbagai produk olahan UMKM kota Banjarbaru yang dapat dibeli oleh pengunjung acara.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Sartono, menjelaskan, penilaian dilakukan ketat agar inovasi terbaik benar-benar mendapat apresiasi.
“Dari 130 UMKM yang mendaftar, kami memilih 9 terbaik berdasarkan kriteria perizinan, kualitas produk, kemasan, branding, dan omzet. Para pemenang tahun ini insyaAllah akan kami bawa keluar daerah untuk memperluas pasar,” ujarnya.
Ia menegaskan, tantangan terbesar UMKM Banjarbaru adalah meningkatkan daya saing, baik dari kualitas maupun harga.

“Kami berharap mereka mampu bersaing lebih luas, karena banyak produk UMKM kita yang sebenarnya potensial,” tambahnya.
Mengwakili Wali Kota, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Mahrain Rahman, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Mereka adalah simbol kreativitas dan ketangguhan masyarakat Banjarbaru,” ucapnya.
Ia menyampaikan, pemerintah akan terus mendukung UMKM dalam hal digitalisasi, permodalan, pelatihan, hingga perluasan pasar.
“Penghargaan ini bukan hanya apresiasi, tetapi motivasi agar pelaku UMKM terus berinovasi dan berkolaborasi. Kepada pemenang, selamat. Bagi yang belum terpilih, jangan berkecil hati, karena kerja keras kalian tetap berkontribusi bagi kemajuan ekonomi Banjarbaru,” tambahnya.
Emi Lasari, Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan UMKM Award perdana ini.

“Ini UMKM Award pertama untuk Kota Banjarbaru, dan merupakan terobosan luar biasa dari Dinas Koperasi dan UMKM. Tidak hanya apresiasi, tapi juga bentuk dukungan dan motivasi untuk para pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia berharap pada tahun-tahun mendatang, UMKM Award dapat dikembangkan lebih besar.
“Karena ini perdana, pesertanya masih belum maksimal. Tahun depan kita harap lebih variatif kategorinya, lebih banyak pelaku usaha yang terlibat, dan acaranya makin besar,” tutupnya.


