MARTAPURA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Banjar masa bakti 2025-2030 resmi dilantik di Islamic Center, Martapura, Rabu (3/12/2025) pagi. Dalam kepengurusan baru ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menitipkan beban strategis untuk mempertahankan supremasi daerah di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Banjar, Khairullah Anshari, menegaskan bahwa meski hanya posisi ketua yang berganti dalam struktur inti, ekspektasi pemerintah tetap tinggi.
”Harapannya prestasi yang sudah ada bisa disambung. Secara spesifik, kita ingin mempertahankan gelar Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi untuk keempat kalinya berturut-turut. Benih-benih qari dan qariah berbakat itu pembinaannya berawal dari BKPRMI,” ujar Khairullah usai pelantikan.
Menurut Khairullah, BKPRMI memegang peran kunci dalam pembangunan karakter generasi muda karena memiliki basis massa pengajar terbesar dibanding organisasi mitra pemerintah lainnya seperti FKDT, Salafiyah, maupun Al-Banjari.
”Ujung tombaknya adalah kader-kader ini. Tercatat ada sekitar 2.000 hingga 2.100 ustadz dan ustadzah BKPRMI di seluruh Kabupaten Banjar. Karena itu, Pemda mendukung penuh melalui dana hibah operasional dan insentif bagi para guru,” tambahnya.
Menjawab harapan pemerintah daerah, Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Banjar yang baru dilantik, Arjani, menyatakan kesiapannya untuk langsung bekerja. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penataan pengajar dan fokus pada kualitas santri.
”Program prioritas utama kami adalah pelaksanaan Munaqosyah serta penataan para ustadz dan ustadzah,” ungkap Arjani.
Arjani merinci, pada Minggu (7/12/2025) mendatang, BKPRMI akan menggelar wisuda akbar bagi 1.816 santri TK Al-Qur’an se-Kabupaten Banjar yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Karomah, Martapura.
Terkait sinergi dengan pemerintah, Arjani mengapresiasi kucuran insentif sebesar Rp300.000 per bulan bagi sekitar 2.000 guru mengaji di bawah naungan BKPRMI. Ia berharap, seiring dengan visi Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri, dan Agamis (MANIS), perhatian terhadap kesejahteraan pejuang Al-Qur’an ini dapat terus ditingkatkan.
”Dulu insentif ini mulai dari Rp25.000, sekarang sudah Rp300.000. Mudah-mudahan di masa depan bisa bertambah sesuai kemampuan daerah, karena di dalam visi ‘Agamis’ itu pasti ada pendidikan Al-Qur’an di dalamnya,” harapnya.
Menutup keterangannya, Arjani mengajak seluruh pengurus baru untuk memegang teguh pedoman organisasi. “Sesuai pesan DPW, kita harus Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas demi kepentingan Al-Qur’an,” pungkasnya.


