BerandaHabar KotabaruDisnaker Kotabaru Genjot PAD...

Disnaker Kotabaru Genjot PAD dan Kualitas SDM Lokal 

Terbaru

KOTABARU – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Kotabaru memfokuskan program kerjanya pada dua pilar utama: peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi tenaga kerja asing (TKA) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompetitif.

Kepala Disnaker Kotabaru, Saperiani, saat di temui di ruang kerjanya Rabu ( 3/12/2025) mengatakan, bahwa kinerja instansinya sepanjang tahun ini berjalan sukses, dengan capaian anggaran yang ditargetkan menembus 90 persen pada akhir tahun. Pencapaian ini menempatkan Disnaker dalam lima besar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan penyerapan anggaran terbaik.

Saperiani menjelaskan, terobosan besar yang tengah digarap adalah optimalisasi retribusi TKA. Setelah melakukan kunjungan ke Jakarta bersama Bupati dan Sekda Kotabaru, dua perusahaan besar telah berkomitmen untuk mendaftarkan TKA mereka di Kotabaru.

“Jika TKA didaftarkan di luar daerah, retribusinya ditarik di sana. Namun, jika didaftarkan di Kotabaru, maka daerah kita yang akan mendapatkan pendapatan tersebut,” ucap Saperiani 

Langkah strategis ini dinilai sebagai peluang besar untuk mendongkrak PAD hingga miliaran rupiah dan akan terus digalakkan pada tahun-tahun mendatang.

Selain PAD, Disnaker juga menekankan pentingnya pengembangan kualitas SDM lokal. Saperiani menilai tantangan terbesar bukan pada keterbatasan SDM, melainkan bagaimana mengoptimalkan potensi yang sudah ada.

Untuk itu, Disnaker mendorong kolaborasi aktif dengan perusahaan-perusahaan di Kotabaru. Program pelatihan akan digelar berbasis kebutuhan lokal melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dukungan pendanaan dari pihak perusahaan. Contoh pelatihan yang akan diadakan meliputi keterampilan menganyam, menjahit, hingga pelatihan wirausaha bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Generasi muda Kotabaru harus siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Saya mendorong anak-anak muda tidak hanya berorientasi menjadi PNS atau bekerja di perusahaan lokal, tetapi juga berani mengembangkan diri hingga ke luar negeri,” tegasnya.

Ia menambahkan, SDM lokal wajib memiliki keterampilan dan menguasai bahasa asing agar peluang kerja terbuka lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

“Kedua program ini, yakni peningkatan PAD dan pengembangan SDM, diharapkan mampu memperkuat ekonomi daerah sekaligus mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di tingkat global,” tutup Saperiani.

Penulis M.Nasaruddin

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka