Banjarbaru – Produktivitas publikasi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kenaikan ini dianggap sebagai bukti menguatnya minat sivitas akademika dalam menghasilkan karya tulis sekaligus mempertegas komitmen kampus terhadap penguatan budaya literasi.
Ketua Pusat Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan (PPJP) ULM, Prof. Dr. Drs. Eko Suhartono, mengungkapkan bahwa peningkatan publikasi tidak terlepas dari tingginya minat dosen untuk menulis. ULM Press, kata dia, kini menyediakan layanan penerbitan yang lebih terintegrasi, mulai dari penataan naskah hingga proses penerbitan final.
“Animo dosen untuk menulis sangat tinggi. Kami berupaya memberikan layanan terbaik, baik dalam layout, desain sampul, pengurusan ISBN, hingga buku resmi terbit,” tuturnya.
Tak hanya fokus pada penerbitan buku cetak, ULM juga mulai merambah pasar digital. Prof. Eko menyampaikan bahwa pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan Gramedia Digital dan kubuku.co.id untuk menerbitkan e-book karya para dosen. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pembaca sekaligus membuka peluang royalti.
“Target kami, mulai 2026 e-book dosen ULM sudah bisa hadir di platform digital, tentu dengan persetujuan penulis,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, ULM juga memperkuat literasi akademik melalui program pelatihan penulisan buku berbasis artificial intelligence (AI) pada tahun 2025. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis dosen dan mahasiswa, sekaligus mengurangi angka penolakan ISBN dari Perpustakaan Nasional dengan cara meningkatkan mutu naskah.
Dengan berbagai inovasi tersebut, ULM menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong lahirnya karya ilmiah berkualitas. Kampus berharap angka publikasi terus meningkat setiap tahun seiring tumbuhnya ekosistem literasi di lingkungan akademik.
“Literasi adalah fondasi kemajuan. ULM akan terus berada di garis depan dalam menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi,” pungkas Prof. Eko.


