MARTAPURA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, secara resmi mengukuhkan Bunda PAUD Kecamatan serta Bunda PAUD Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Banjar. Acara pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Martapura, pada Selasa (9/12/2025) pukul 10.00 WITA.
Dalam sambutannya, Nurgita Tiyas mengungkapkan bahwa para Bunda PAUD yang dikukuhkan memiliki latar belakang beragam. Ada yang baru menerima amanah, namun ada pula yang sangat berpengalaman, seperti Bunda PAUD dari Desa Akar Baru yang telah menjabat lebih dari empat periode.
”Harapan saya, saya bisa dibantu untuk sama-sama memiliki perpanjangan tangan dalam mengidentifikasi dan memetakan permasalahan apa yang bisa kita berikan solusi untuk anak-anak di Kabupaten Banjar, khususnya anak usia dini,” ujar Nurgita.
Nurgita menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan peran sebagai Bunda PAUD. Menurutnya, hasil kerja keras di sektor pendidikan anak usia dini tidak bisa dilihat secara instan, melainkan menjadi jejak peninggalan kepemimpinan untuk masa depan.
”Ini bukan hari ini dikerjakan besok tiba-tiba bagus. Tapi jika saat ini kita menganggap enteng, maka generasi mendatang di tahun 2045 akan menjadi generasi yang rapuh. Pilihannya kembali ke kita, ingin bersungguh-sungguh atau tidak?” tegasnya.
Ia menggambarkan bahwa anak-anak yang saat ini berusia 4-6 tahun, pada tahun 2045 nanti akan berusia produktif (26-28 tahun) dan menduduki posisi strategis sebagai pemimpin. Oleh karena itu, persiapan akhlak mulia dan ilmu yang setara harus dimulai sejak dini.
Memasuki tahun kelima sebagai Bunda PAUD sejak 2021, Nurgita mengakui tantangan terbesar adalah mengedukasi orang tua. Masih banyak orang tua yang belum memahami urgensi PAUD dan memilih langsung menyekolahkan anak ke SD, atau memaksakan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) terlalu dini.
”Pada tahun 2023, kami mendapat penghargaan Wiyata Dharma Utama dari Kemendikbud sebagai Bunda PAUD berprestasi tingkat nasional. Saat itu kita gencar mensosialisasikan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Anak tidak boleh dipaksakan calistung agar tidak merasa bosan belajar yang efeknya baru terasa 6-7 tahun kemudian,” jelas Nurgita.
Ia juga mengajak rekan-rekan media untuk membantu menyuarakan bahwa pendidikan adalah gerbang utama mengubah peradaban dan mengangkat derajat sosial masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran acara pengukuhan ini. Ia menegaskan komitmen Dinas Pendidikan untuk bersinergi penuh dengan Bunda PAUD di semua tingkatan.
”Alhamdulillah, acara pengukuhan hari ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar siap hadir penuh untuk mendukung program-program Bunda PAUD, serta menjawab tantangan pendidikan di daerah,” ungkap Liana Penny.
Liana berharap, dengan dikukuhkannya Bunda PAUD di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan, koordinasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Banjar akan semakin solid dan terarah.


