Tanah Laut — Bencana hidrometeorologi berupa banjir rob dan banjir genangan akibat hujan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam (1/1/2025) sekitar pukul 19.00 WITA, dipicu oleh pasang air laut tinggi dan curah hujan dengan durasi cukup lama.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Tanah Laut, dua jenis bencana tersebut berdampak pada ribuan rumah dan warga di sejumlah kecamatan.
Banjir Rob Rendam Wilayah Pesisir
Banjir rob akibat pasang surut air laut tercatat berdampak langsung pada kawasan pesisir, terutama di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur.
Adapun rincian dampak banjir rob sebagai berikut:
- Air rob masuk ke dalam rumah:
1.255 rumah, 1.338 KK, 3.851 jiwa - Air rob menggenangi area di luar rumah:
1.942 rumah, 2.211 KK, 6.598 jiwa
BPBD mencatat, ketinggian muka air rob di sejumlah lokasi bervariasi antara 5 hingga 30 sentimeter, bahkan mencapai ±48 sentimeter di beberapa desa. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, langgar, poskesdes, dan rumah ibadah turut terdampak.
Banjir Genangan Akibat Hujan Landa Wilayah Daratan
Selain banjir rob, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang berlangsung sejak malam hari juga menyebabkan banjir genangan di wilayah daratan, meliputi Kecamatan Bati-Bati, Pelaihari, Tambang Ulang, dan Bajuin.
Data BPBD mencatat dampak banjir genangan sebagai berikut:
- Air masuk ke dalam rumah:
1.641 rumah, 1.647 KK, 5.085 jiwa - Air menggenangi luar rumah:
397 rumah, 406 KK, 1.350 jiwa
Genangan air di kawasan ini rata-rata setinggi 5–30 sentimeter dan berangsur surut di beberapa desa pada hari berikutnya.
Langkah Penanganan
BPBD Tanah Laut bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah upaya penanganan, di antaranya:
- Koordinasi berjenjang dari tingkat kecamatan hingga desa terdampak
- Asesmen dan kaji cepat di lokasi bencana
- Pengukuran tinggi muka air
- Pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial
- Pelayanan kesehatan bagi warga terdampak
- Distribusi air bersih di wilayah terdampak rob
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dan pasang air laut masih berpotensi terjadi.
Data bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil verifikasi di lapangan.
Sumber: Pusdalops BPBD Tanah Laut


