BerandaHabar Banjar29 Warga Binaan Lapas...

29 Warga Binaan Lapas Karang Intan Resmi Kuliah S1 Kewirausahaan

Terbaru

29 Warga Binaan Lapas Karang Intan Resmi Kuliah S1 Kewirausahaan

KARANG INTAN – Stigma bahwa penjara adalah akhir dari segalanya perlahan luruh di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, tembok tinggi dan pintu besi penjara menjadi saksi sejarah saat 29 warga binaan resmi menanggalkan status “narapidana” sejenak untuk menjadi mahasiswa strata satu (S1).

Langkah berani ini menandai dimulainya babak baru pembinaan narapidana di Kalimantan Selatan yang kini berbasis pendidikan tinggi.

Menjadi mahasiswa di dalam Lapas ternyata tidaklah mudah. Dari 43 warga binaan yang memupuk harapan untuk kuliah, hanya 29 orang yang berhasil lolos seleksi. Mereka harus melewati rangkaian proses mulai dari pemeriksaan administrasi, asesmen psikologis, hingga sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Indikator kelulusan tidak hanya soal dokumen, tetapi juga kesiapan mental dan rekam jejak kedisiplinan selama masa pidana. Hal ini memastikan bahwa program S1 ini benar-benar ditujukan bagi mereka yang siap bertransformasi secara perilaku dan pola pikir.

Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al-Habsy, hadir memberikan suntikan semangat. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang tetap harus dipenuhi meski seseorang sedang menjalani masa hukuman.

“Kita ingin memberi harapan. Dengan kuliah, mereka tidak hanya mengisi waktu, tapi mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Habib Idrus.

Senada dengan itu, Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Mulyadi, memandang pendidikan sebagai senjata utama memutus mata rantai residivisme. Harapannya, dengan gelar sarjana, warga binaan memiliki kepercayaan diri dan harkat martabat yang baru untuk diterima kembali oleh publik tanpa rasa minder.

Menariknya, program S1 ini secara spesifik mengambil jurusan Kewirausahaan. Pilihan ini dinilai paling strategis agar warga binaan memiliki bekal untuk membuka lapangan kerja mandiri pasca-bebas, tanpa harus bergantung pada pencarian kerja konvensional yang seringkali terkendala status mantan narapidana.

Kalapas Karang Intan, Yugo Indra, memastikan fasilitas pendidikan tersedia dengan mumpuni. Perkuliahan dijadwalkan setiap Jumat dan Sabtu, baik melalui tatap muka langsung maupun sistem daring (online) jika dosen berhalangan hadir.

Program perdana ini diharapkan menjadi pilot project yang akan menular ke Lapas-Lapas lain di Kalimantan Selatan. Melalui pendidikan, para warga binaan kini membuktikan bahwa perubahan selalu mungkin terjadi. Mereka tidak hanya akan keluar membawa surat bebas, tetapi juga membawa ijazah, ilmu, dan martabat baru sebagai seorang sarjana.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka