RANTAU – Kebakaran terjadi di Kelurahan Kupang, RT 03 RW 01, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 02.15 Wita dini hari.
Peristiwa tersebut menghanguskan tiga bangunan, terdiri dari dua rumah tinggal dan satu rumah sewa.
Kepala Satpol PP dan Damkar Tapin, Mudo Harjuno, mengatakan tiga rumah yang terbakar masing-masing milik Tajlian, Misran, dan Muhammad Suriansyah.
“Sekitar pukul 02.15 dini hari terjadi kebakaran di Kelurahan Kepang. Ada dua rumah tinggal dan satu rumah sewa yang terbakar,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut, satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui seorang lansia perempuan yang akrab disapa Nini Acut.
Menurut Mudo, sempat terjadi miskomunikasi di lokasi kejadian terkait keberadaan korban. Awalnya korban diduga sudah berhasil dievakuasi, namun setelah proses pemadaman selesai, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.
“Awalnya diinformasikan korban sudah dievakuasi, namun setelah pemadaman selesai ternyata korban ditemukan di dalam rumah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Ia menambahkan, bangunan yang terbakar didominasi material kayu, sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan, terutama rumah sewa yang ludes terbakar.
Meski demikian, proses pemadaman tidak mengalami kendala berarti karena banyaknya armada dan personel yang diterjunkan, termasuk bantuan dari BPBD serta relawan pemadam kebakaran di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah tidak ada kendala dalam pemadaman karena banyak unit yang membantu di lapangan,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp690 juta.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau sumber api lainnya, namun belum dapat dipastikan.
“Penyebabnya masih dalam penyelidikan, apakah karena korsleting listrik atau faktor lain, kami belum bisa memastikan,” jelasnya.
Mudo Harjuno mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hari.
Ia meminta warga memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan kompor atau alat masak dalam keadaan menyala, serta rutin memeriksa peralatan yang berpotensi menimbulkan api.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat malam hari. Pastikan listrik aman, kompor dimatikan, dan jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan agar cepat ditangani,” pungkasnya.



