Arus Penumpang Lebaran di Bandara Syamsudin Noor Tembus 138 Ribu, Naik 5 Persen dari Tahun Lalu
Banjarbaru — Arus penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026 di menunjukkan tren peningkatan. Hingga Jumat (27/03/2026), jumlah penumpang tercatat mencapai sekitar 138 ribu orang, atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
General Manager Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan pergerakan penumpang dalam beberapa hari terakhir masih terjaga dengan angka di atas 10 ribu penumpang per hari.
“Di beberapa hari terakhir ini masih bisa ter-maintain, baik kedatangan maupun keberangkatan, itu masih di atas 10.000 penumpang per hari,” ujarnya saat ditemui di bandara.
Ia menyebutkan, pada 26 Maret lalu jumlah penumpang mencapai sekitar 12 ribu orang. Angka tersebut juga sempat terjadi pada 18 Maret, menandakan tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik.
“Di tanggal 26 kemarin itu kurang lebih 12.000 penumpang. Kita sudah beberapa kali berada di angka tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, puncak arus penumpang tercatat terjadi pada Selasa (24/03/2026) dengan jumlah mencapai sekitar 12.800 penumpang dalam satu hari.
“Puncaknya di hari Selasa kemarin, itu di angka 12.800 sekian penumpang. Itu yang menjadi angka tertinggi sejauh ini,” tambahnya.
Meski demikian, pihak bandara masih mengantisipasi potensi lonjakan pada akhir pekan terakhir masa arus balik Lebaran.
“Kita masih memiliki satu akhir pekan, yang mungkin dimanfaatkan sebagai kesempatan terakhir bagi para pemudik. Jadi masih kami antisipasi bila mana ada lonjakan,” katanya.
Dari sisi operasional, Stephanus memastikan seluruh layanan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Tidak, kami tidak menemukan keluhan dari sisi operasional. Semua berjalan lancar, dan dari sisi pelayanan juga sudah memenuhi standar level of service,” tegasnya.
Posko angkutan Lebaran di bandara tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 Maret 2026, sebelum resmi ditutup sehari setelahnya.
“Posko akan berakhir di tanggal 30 Maret, dan kami akan menutupnya di tanggal 31 Maret setelah melihat trafik terakhir,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pemudik asal Jawa Timur, Dimas, mengaku telah merencanakan perjalanan mudiknya sejak jauh hari untuk mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau.
“Saya mudik sekitar dua mingguan. Tiket sudah booking dari jauh-jauh hari, jadi dapat harga murah, sekitar Rp1,1 juta,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan perjalanan yang ditempuh berlangsung lancar tanpa kendala seperti penundaan penerbangan.
“Alhamdulillah tidak ada delay,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui kondisi bandara cukup padat saat proses check-in.
“Penumpangnya banyak, sangat padat sekali,” tutupnya.
Dengan tingginya pergerakan penumpang serta operasional yang tetap kondusif, Bandara Syamsudin Noor diharapkan dapat terus menjaga kualitas pelayanan, tidak hanya selama periode Lebaran, tetapi juga pada masa-masa selanjutnya.
