RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin menunjukkan kepedulian terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berinisial AR (31) dengan memberikan dukungan langsung, baik secara moril maupun pendampingan psikologis.
Bupati Tapin, H. Yamani, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa salah satu pegawai di Dinas Pariwisata tersebut.
“Atas nama pemerintah daerah, kami turut prihatin atas kejadian ini. Kami hanya melihat sebentar karena kondisi korban masih trauma,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi korban saat ini memerlukan waktu panjang untuk pemulihan, baik secara fisik maupun mental.
“Sepertinya membutuhkan waktu cukup lama untuk pemulihan, karena kondisi yang dialami cukup parah,” tambahnya.
Yamani berharap korban dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
“Mudah-mudahan korban segera pulih dan sehat kembali,” harapnya.
Terkait proses hukum, ia menegaskan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Karena sudah ditangani, kita serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Tapin, Marsidah, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan intensif terhadap korban.
“Alhamdulillah hari ini kami melakukan pemeriksaan kedua ke psikolog di Rumah Sakit Datu Sanggul. Trauma korban masih belum berkurang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan dalam waktu dekat guna memastikan kondisi psikologis korban terus membaik.
“Dalam satu minggu ke depan, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan lagi,” katanya.
Selain korban, anak korban juga mengalami trauma dan turut mendapatkan pendampingan dari DP3A.
“Anaknya juga kami dampingi karena mengalami trauma, bahkan kesulitan tidur di malam hari,” ungkap Marsidah.
DP3A memastikan pendampingan akan dilakukan hingga korban dan anak benar-benar pulih, baik secara fisik maupun psikis.
“Kami akan terus mendampingi sampai kondisi mereka pulih dan siap kembali menjalani kehidupan normal, termasuk kembali mendapatkan hak pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.
Kunjungan Bupati bersama Ketua TP PKK Tapin juga diharapkan dapat memberikan semangat bagi korban dan keluarga dalam menghadapi masa pemulihan.
