BerandaPendidikanSapi NTT “Sekolahkan” Mahasiswa...

Sapi NTT “Sekolahkan” Mahasiswa ULM : Inovasi Agripeka ULM Bersama Polda dan PT AGM

Terbaru

BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menghadirkan inovasi di bidang pendidikan melalui program penggemukan sapi yang dikelola tim Agripeka ULM. Keuntungan dari usaha tersebut dimanfaatkan untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa, khususnya dalam membantu penyelesaian tugas akhir.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Kalimantan Selatan, PT Antang Gunung Meratus (AGM), dan Badan Usaha Milik ULM. Salah satu pengelola Agripeka ULM, Prof. Dr. Ika Sumantri, S.Pt., M.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa seluruh keuntungan dari budidaya sapi dialokasikan untuk beasiswa mahasiswa.

“Harapan pimpinan universitas, keuntungan dari budidaya sapi ini dapat digunakan untuk beasiswa, khususnya bagi mahasiswa di wilayah lingkar tambang PT AGM, seperti Tapin dan Hulu Sungai Selatan,” ujarnya.

Prof. Dr. Ika Sumantri, S.Pt., M.Si., M.Sc.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Agripeka ULM mendatangkan bakalan sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan fokus pada usaha penggemukan guna mempercepat perputaran modal. Pada tahun pertama yang dimulai Januari 2025, jumlah sapi yang dikelola melampaui target awal.

Dari kuota 100 ekor, realisasi mencapai hampir 150 ekor. Capaian ini didukung oleh koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT yang turut mendukung program berbasis pendidikan tersebut.

Manfaat program mulai dirasakan mahasiswa. Pada tahap awal, sebanyak 15 mahasiswa telah menerima bantuan dana tugas akhir dengan nominal rata-rata Rp5 juta per orang. Bantuan ini bersifat sekali pemberian dan ditujukan untuk membantu penyelesaian skripsi.

Penerima bantuan tidak hanya berasal dari Fakultas Pertanian, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa lintas fakultas yang berdomisili di wilayah lingkar tambang.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan, ULM menargetkan pengembangan program yang lebih luas. Selain peternakan sapi, Agripeka juga mengembangkan sektor perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, dan karet.

Dalam jangka panjang, ULM menargetkan terwujudnya konsep “Zero UKT” atau kuliah tanpa biaya melalui optimalisasi unit usaha kampus. Setelah melewati fase investasi pada tahun pertama, termasuk perbaikan kandang dan pengembangan lahan pakan, tim Agripeka optimistis margin keuntungan pada tahun 2026 akan meningkat sehingga mampu menjangkau lebih banyak mahasiswa.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka