BerandaHabar BanjarbaruPererat Silaturahmi di Perantauan,...

Pererat Silaturahmi di Perantauan, Kerukunan Lombok Sasak Sehati Gelar Halalbihalal dan Pentas Budaya di Kalsel

Terbaru

Pererat Silaturahmi di Perantauan, Kerukunan Lombok Sasak Sehati Gelar Halalbihalal dan Pentas Budaya di Kalsel

BANJARBARU – Paguyuban warga perantauan asal Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam Lombok Sasak Sehati menggelar acara Halalbihalal sekaligus pementasan seni budaya khas suku Sasak di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini menjadi ajang unjuk gigi kekayaan budaya Lombok di tanah Borneo, sekaligus memperkuat persaudaraan antarwarga perantauan.

Ketua Lombok Sasak Sehati, Huzaepah Hasan, SH, MH, menyampaikan bahwa organisasi ini dibentuk sebagai wadah pemersatu bagi warga suku Sasak yang ada di perantauan. Meski berasal dari latar belakang yang beragam, penyematan kata “Sehati” dalam nama organisasi memiliki makna mendalam sebagai simbol satu visi dan misi.

“Kami mencantumkan ‘Sehati’ agar jika ada warga kita di perantauan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, ada wadah untuk berkumpul dan berdiskusi mencari solusi. Kami juga membuka diri bagi warga sekitar dari suku mana pun yang merasa sehati dan satu visi untuk bergabung,” ujar Huzaepah.

Dalam rangkaian acara tersebut, kesenian Gendang Beleq menjadi daya tarik utama. Huzaepah mengakui bahwa seni Gendang Beleq mungkin masih terasa asing bagi sebagian masyarakat di Kalimantan Selatan, sehingga pementasan ini bertujuan untuk memperkenalkan identitas budaya Sasak lebih luas.

Selain Gendang Beleq, pihak paguyuban juga merencanakan pementasan seni Perisai (seni ketangkasan bela diri menggunakan rotan dan tameng) pada kegiatan-kegiatan mendatang di Kalimantan Selatan. Hal ini dilakukan sesuai dengan moto organisasi, yaitu “Saling Kenal, Saling Asah, dan Saling Asuh”.

Menyikapi perkembangan zaman dan masifnya pengaruh media sosial, Huzaepah memberikan pesan khusus kepada generasi muda. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui pelestarian budaya sejak dini.

“Di Lombok, anak-anak sejak usia SD sudah ditanamkan kecintaan terhadap budaya, salah satunya dengan berlatih Gendang Beleq. Kami akan mengupayakan sosialisasi dan pelatihan serupa di sini khususnya Banjarbaru dan Banjarmasin agar generasi penerus kita di perantauan tidak putus (identitas budayanya),” tambahnya.

Melalui wadah Lombok Sasak Sehati, diharapkan keberadaan warga Sasak yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan dapat memberikan kontribusi positif dan membawa manfaat bagi lingkungan tempat mereka tinggal.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka