Kuala Kapuas – Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno, mendorong pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) setempat untuk terus menggalakkan kegiatan keagamaan secara berkelanjutan, seperti Gema Syair Maulid dan peringatan Isra Mi’raj.
Menurut Wiyatno, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan, ukhuwah Islamiyah, serta membentuk karakter generasi muda yang religius.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Gema Syair Maulid dan Isra Mi’raj 1447 Hijriah/2025 M di halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas, Rabu.
Pembukaan acara ditandai dengan penabuhan terbang oleh Bupati Kapuas. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Siti Saniah Wiyatno, Sekda Kapuas Usis I. Sangkai, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Rajabiah 1447 Hijriah yang bertujuan memperkuat syiar Islam serta menumbuhkan kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW melalui seni dan lantunan syair Islami.
Wiyatno mengapresiasi PHBI Kabupaten Kapuas dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai wadah pembinaan umat, khususnya generasi muda.
“Gema Syair Sholawat bukan sekadar kegiatan rutin atau ajang kompetisi, tetapi juga bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan sholawat. Ini menjadi sarana pembinaan generasi muda agar mencintai nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin menyemarakkan syiar Islam dan melahirkan generasi muda berakhlak mulia, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Kapuas Bersinar yang berdaya saing, sejahtera, indah, aman, dan religius.
Pemerintah Kabupaten Kapuas juga berharap nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat dapat terus terpelihara melalui kegiatan yang positif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua PHBI Kabupaten Kapuas, Saferaniansyah, menyampaikan bahwa rangkaian Pekan Rajabiah 1447 Hijriah diisi dengan berbagai lomba dan kegiatan keagamaan.
Di antaranya lomba da’i dan da’iyah dalam tiga kategori bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Dayak Ngaju, lomba puisi Islami, lomba desain poster Islami, lomba sari tilawah Bahasa Dayak Ngaju, Gema Syair Maulid, serta peringatan Isra Mi’raj sebagai puncak acara.
“Total hadiah yang diperebutkan dalam rangkaian kegiatan tahun ini mencapai Rp40 juta sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para peserta,” kata Saferaniansyah.


