Dinkes Banjarbaru Petakan Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Tujuh Perlu Perhatian Khusus
Banjarbaru – Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru memetakan kondisi kesehatan calon jemaah haji Kloter BDJ 10, dengan sejumlah jemaah masuk kategori berisiko tinggi dan memerlukan pengawasan khusus, Rabu (29/04/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Banjarbaru, dr. Siti, menyampaikan Kloter BDJ 10 terdiri dari 358 jemaah gabungan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, dengan masing-masing 179 jemaah dari Banjarbaru.
Dari total tersebut, kondisi kesehatan jemaah bervariasi. Sebanyak 36 persen tergolong tidak berisiko tinggi, 42 persen masuk kategori risiko ringan, sementara 11 persen risiko sedang dan 11 persen lainnya risiko berat.
“Petugas kloter telah memetakan 50 jemaah yang menjadi prioritas pengawasan. Dari jumlah itu, ada tujuh jemaah yang membutuhkan perhatian khusus karena kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Menurut Siti, tujuh jemaah tersebut umumnya memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, hingga anemia.
“Sebagian besar merupakan lansia dengan riwayat penyakit tertentu, sehingga membutuhkan perhatian lebih,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan salah satu jemaah yang masuk kategori perhatian khusus mengalami demensia dan telah mendapatkan penanganan khusus.
“Untuk jemaah dengan demensia, wajib ada pendamping. Selain itu, sudah dilakukan kunjungan ke rumah untuk memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan obat selama di Tanah Suci,” katanya.
Dinkes bersama petugas kloter juga telah melakukan visitasi kepada seluruh jemaah yang masuk kategori prioritas guna memastikan kelayakan mereka sebelum keberangkatan.
“Pendamping memiliki peran penting, terutama untuk membantu menjaga kondisi jemaah agar tetap stabil, termasuk mengantisipasi perubahan lingkungan yang bisa memicu kondisi tertentu,” tambahnya.
Selain itu, petugas kloter akan memberikan pengawasan intensif selama pelaksanaan ibadah haji, khususnya bagi jemaah dengan risiko tinggi.
Dengan pemetaan dan pendampingan yang dilakukan sejak sebelum keberangkatan, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke tanah air.


