RANTAU – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tapin terus menggencarkan Gerakan Tanam Cabai sebagai langkah konkret dalam mendukung pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Wacana di Desa Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Rabu (29/04/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Hj. Faridah Yamani, menegaskan bahwa gerakan tanam cabai memiliki nilai strategis, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah fluktuasi pasar.
“Gerakan ini bukan hanya soal menanam, tetapi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas cabai yang sering mengalami lonjakan harga,” ujarnya.
Menurutnya, TP PKK sebagai mitra pemerintah memiliki peran penting dalam menggerakkan masyarakat, terutama kaum ibu, agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui pemanfaatan pekarangan rumah.
“Kalau setiap rumah tangga bisa menanam cabai sendiri, maka ketergantungan terhadap pasar bisa dikurangi. Ini langkah kecil, tapi dampaknya besar,” tambahnya.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai teknik penanaman, perawatan, hingga panen yang berkelanjutan. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola lahan pekarangan secara produktif.
Hj. Faridah turut mengapresiasi peran aktif KWT Wacana yang dinilai konsisten mendukung program pemberdayaan perempuan di sektor pertanian.
“Kelompok wanita tani memiliki peran strategis. Ibu-ibu tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam pemanfaatan lahan pekarangan,” ungkapnya.
Ke depan, TP PKK Tapin berkomitmen untuk terus memperluas gerakan serupa ke berbagai wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Mari kita jadikan ini sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pekarangan rumah harus bisa menjadi sumber pangan sekaligus penopang ekonomi keluarga,” pungkasnya.

