RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin memastikan Tapin Art Festival 2026 tetap digelar pada 31 Juli hingga 5 Agustus mendatang. Di tengah penyesuaian kondisi anggaran, pelaksanaan festival budaya tahunan itu dipastikan tetap berjalan dengan konsep lebih efisien tanpa mengurangi kualitas dan daya tarik acara.
Wakil Bupati Tapin H. Juanda mengatakan Tapin Art Festival menjadi agenda yang harus terus dijaga keberlangsungannya karena telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Menurutnya, status tersebut menjadikan Tapin Art bukan sekadar agenda daerah, tetapi juga bagian dari kalender event nasional yang memiliki nilai promosi budaya dan pariwisata.
“Tapin Art ini tetap harus dilaksanakan setiap tahun karena sudah masuk dalam kalender event nasional. Proses untuk bisa masuk ke dalam KEN juga tidak mudah, sehingga harus kita jaga bersama,” ujarnya di Rantau.
Juanda menjelaskan, pelaksanaan tahun ini dilakukan dengan sejumlah penyesuaian agar tetap sejalan dengan kondisi ekonomi daerah dan kemampuan dukungan dari berbagai pihak yang selama ini ikut berkontribusi terhadap penyelenggaraan kegiatan.
Namun demikian, ia memastikan efisiensi yang dilakukan tidak menyentuh substansi utama festival.
“Kita melakukan penyesuaian pada beberapa kebutuhan kegiatan agar lebih efisien, tetapi tidak mengurangi kualitas pelaksanaan maupun semangat dari Tapin Art Festival itu sendiri,” katanya.
Salah satu perubahan yang dilakukan tahun ini adalah pada komposisi pengisi acara hiburan yang lebih mengedepankan keterlibatan seniman lokal dan regional.
Langkah tersebut dinilai sekaligus menjadi ruang lebih besar bagi pelaku seni daerah untuk tampil dan menunjukkan karya mereka kepada publik yang lebih luas.
“Kita memaksimalkan potensi artis lokal dan daerah sesuai kemampuan yang ada. Tapi yang pasti kemeriahan kegiatan tetap kita pertahankan,” tambah Juanda.
Pemkab Tapin menilai Tapin Art Festival selama ini tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang promosi budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata daerah.
Melalui penyelenggaraan yang konsisten, pemerintah berharap Tapin Art Festival terus berkembang menjadi etalase budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
Dengan tetap digelarnya festival tahun ini, Kabupaten Tapin kembali menegaskan komitmennya menjaga ruang ekspresi seni dan budaya meski di tengah tantangan efisiensi anggaran.
